• Muslimah Sholehah

    Jika wanita cantik itu ibarat bintang-bintang langit, wanita yang tahajud di sepertiga malam tentulah yang paling bersinar di gemerlapan

  • Tsukuba University

    in Tokyo.

  • Rumah Pelangi

    Kita berwarna dan dengan keimanan kita ingin mewarnai lingkaran sekitar

  • Temilnas FoSSEI 2012

    Temu Ilmiah Nasional FoSSEI di UIN Suska Riau Maret 2012. foto: di depan Aula kampus UIN Suska

  • Temilnas FoSSEI 2012

    Temu Ilmiah Nasional FoSSEI di UIN Suska Riau Maret 2012. foto: di Kerajaan Siak Riau

Senin, 19 September 2011 0 komentar


Teruntuk Calon ImamKu ..Aku Hanya Wanita Biasa

 


(¯`*•.¸ (¯`*•.¸(¯`*•.¸_..ƸӜƷ.._¸.•*´¯)¸.•*´¯)..•*´¯)
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

...Kepadamu yang akan menjadi pendampingku kelak...
Terima kasih karena telah memilihku di antara ribuan bidadari di luar sana yang siap untuk kau pilih....
Padahal kau begitu tahu, aku hanya wanita biasa, yang sangat jauh dari sempurna.
Karenanya ku ingin kau tau,aku bukan wanita yang sempurna, aku begitu banyak kekurangan.
Maka ketahuilah...
Kepadamu yang akan memilihku kelak...
Aku tak sebijak bunda Khadijah, karenanya ku ingin kau tau, aku bisa saja berbuat salah dan begitu membuatmu marah.
Maka ku mohon padamu, bijaklah dalam menghadapiku, jangan marah padaku, nasihati aku dengan hikmah, karena bagiku kaulah pemimpinku, tak akan berani ku durhaka kepadamu...
Duhai kau yang yang telah memilihku kelak....
Ingatlah, tak selamanya aku dapat tampak cantik di matamu, ada kalanya aku akan terlihat begitu kusam dan jelek.
Mungkin karena aku begitu sibuk berjibaku di dapur, untuk menyiapkan makan untukmu dan malaikat-malaikat kita nanti -InsyaAllah-.
Maka, aku akan tampak kotor dan bau asap.
Atau karena seharian ku harus membenahi istana kecil kita, agar kau dan malaikat kita dapat tinggal dengan nyaman dan sehat.
Maka mungkin aku tidak sempat berdandan untuk menyambutmu sepulang bekerja.
Ataukah kau akan menemukanku terkantuk-kantuk saat mendengar keluhan dan ceritamu, bukan karena aku tak suka menjadi tempatmu menumpahkan segala rasamu, tapi semalam saat kau tertidur dengan nyenyak, aku tak sedetikpun tertidur kerana harus menjaga malaikat kecil kita yang sedang rewel, dan ku tau kau letih mengais rezeki untuk kami maka tak ingin ku mengusik sedikit pun lelapmu..
Jadi jika esok pagi kau mendapatiku begitu letih dan ada lingkaran hitam di mataku, maka tetaplah tersenyum padaku, karena kau adalah kekuatan ku...
Padamu yang menjadi nahkoda dalam hidupku kelak...
Ketahuilah, aku tak sesabar Fatimah, ada kalanya kau akan menemukanku begitu marah, menangis dan tak terkontrol, bukan karena ku membangkang padamu, tapi aku hanya wanita biasa, aku juga butuh tempat untuk menumpahkan beban di hatiku, tempat untuk melepaskan penatku, dan mungkin saat itu aku tak menemukanmu, atau kau begitu sibuk dengan pekerjaanmu, maka bersabarlah, yang ku butuhkan hanya belaianmu...
Karena bagiku kau adalah tetesan embun yang mampu memadam segala resahku...

Padamu yang menjadi imam dalam hidupku kelak...
Ketahuilah, aku tak secerdas Aisyah..
Maka jangan pernah bosan mengajariku, membimbingku ke arah-NYA..
Jangan segan membangunanku di sepertiga malam untuk bersamamu bermunajat pada Kekasih yang Maha Kasih..
Jangan letih mengingatkanku untk terus bersamamu mendulang pahala dalam amalan-amalan sunnah..
Bimbing tanganku ke Jannah-NYA agar kau dan aku tetap bersatu di dalamnya...
Padamu yang menjadi kekasih hati dan teman dalam hidupku...
Seiring berjalanya waktu,kau akan menemukan rambutku yang dulu hitam legam dan indah, akan menipis dam memutih. Kulitku yang bersih akan mulai keriput. Tanganku yang halus akan menjadi kasar...
Dan kau tak akan menemukanku sebagai wanita cantik, yang kau khitbah puluhan tahun yang lalu...
Bukan wanita muda yang selalu menyenangkan matamu...
Maka jangan pernah berpaling dariku...
Karena satu yang tak pernah berubah, bahkan sejak dulu akan terus bertambah dan kian membuncah, yaitu rasa cintaku padamu...
Ketahuilah... Tiap harinya, tiap jam, menit dan detiknya, telah aku lewati dengan selalu jatuh cinta padamu.
Maka cintailah aku karena-NYA, dengan apa adanya aku...
Jangan berharap aku menjadi wanita sempurna...
Maafkan aku karena aku bukan istri Nabi...
Aku hanya wanita biasa..........
Semoga bermanfaat
Salam Ukhuwah fillah
(Muslimah Solehah)

Mengenal-Mu Lebih Jauh Bersama Sahabat-Sahabatku (Karina Azzahra, Diana Rahajoe Baru, QaNita Khan, Neng Lilik Jamilah dan Myra Myraa Maryam)

Senin, 05 September 2011 0 komentar

Peringatan..!!!!
Bagi yang hendak membaca artikel ini, bersiaplah...
1.        Mencari sahabat seperjuangan sebanyak-banyaknya...
2.       Berinstropeksi diri...
3.       Memiliki mimpi yang besar...
4.      Dan bersiaplah untuk melakukan i’tikaf kapan saja...
5.       Dan bersiaplah mendapatkan makna yang lain...
Yang berencana menjadikan artikel ini sebagai Mudharat, maka STOP..!!! jangan lanjutkan baca satu kata setelah kata ini....

 
Tak ku sangka, hari itu adalah hari terindah bersama sahabat-sahabatku... sahabat yang baru 1 bulan satu kelas denganku. Ya, baru satu kelas setelah ada perombakan kelas di jurusan kami. Mereka adalah orang-orang hebat yang selalu semangat dan selalu menularkan semangatnya...
Hahahahaa, malam itu, malam tanggal 25 Agustus 2011 tepatnya malam tanggal 25 Ramadhan pula, dimana orang-orang sedang sibuk mempersiapkan diri menjemput malam lailatul qodar, kita manfaatkan malam 1000 bulan itu untuk bercengkerama bersama sahabat-sahabat...
Paginya, yaa paginya sebelum kita i’tikaf, ketika aku persiapkan untuk UAS mata kuliah Pemasaran Strategik (mata kuliah yang paling horor kata kami, hehe), aku dibuat kelabakan karena malam sebelumnya aku belum ngapalin sama sekali, hal ini terjadi karena aku lebih sibuk untuk merevisi tugasku, dan lebih sibuk untuk mentafakuri masalah yang sedang aku hadapi, sampai-sampai malamnya tertidur dan terlelap hilang... Paginya pun yang seharusnya aku saur, akhirnya gak ada waktu lagi untuk bersantap saur, padahal aku uda masak cukup banyak untukku makan saur.. (yaah,, inilah yang terbaik “kataku” -_-)..
Paginya setelah sholat shubuh, maka aku luangkan waktu untuk ngapalin Pemasaran Strategik. Cukuplah satu lembar dua lembar, pikirku... toh, meski kita uda ngapalin 200 lembar (misalnya) tapi kalau kita tidak mengerti sama sekali ya sama aja boong (alibi... hehe, bilang aja ga sempat ngapalin segitu banyaknya).. satu lembar aku baca cukup 2-5 detik (wahh, baca apaan tuh, kilat amat...) haha, memang super kilat...jadi ceritanya, aku memang kurang menguasai mata kuliah tersebut, tapi kan mau gak mau pasti akan kita hadapi, dan aku pikir gak ada bedanya aku ngapalin 200 lembar sama 50 lembar, karena aku memang yang kurang interest dengan mata kuliahnya (padahal sebelumnya itu adalah mata kuliah favoritt..). setelah aku ngapalin beberapa lembar, ada sms masuk dari sahabatku Qanita (chan :p), dia mengajakku i’tikaf di DT (Daarut Tauhid, pesantren Aa Gym), dan tanpa pikir panjang lagi, serta tanpa perhitungan waktu, aku iyakan aja (padahal tanggal 25’nya aku mau mudik, dan saat itu banyak yang kudu aku persiapkan, belum nyuci baju, packing, dsb.. tapi “tenang saja”, Allah yang akan mengatur-atur waktuku, hehe)... semuanya aku serahkan ke Allah.
Lalu seberes smsan dan janjian sama Qanita, lalu aku langsung pergi mandi.. dan kurasa mandiku waktu itu cukup lama (tak tau kenapaaa...), dan pas balik ke kamar jam menunjukkan pukul 07.35 dimana aku UAS pukul 08.00 (Hwaaaa,,,, cek cek cekcekkk...) aku dibuat ripuh hari itu.. langsung aja seberes dandan dan lain sebagainya, aku langsung berangkat....

Dan... “jleb”... Telat... hahahahaaaa (aku datang telat..). pas aku nyampe, pak Bowo dan bu Lisna uda nyebarin lembar jawaban... hhh, lalu ku pilih kursi yang deket sahabatku Qanita dan di depanku ada Ova, di belakang ada Opik “Power Ranger”, dan sebelah kananku ada Mira...
Modalku UAS kala itu adalah Ilham dari Allah, hehehe ;D

Srreetetttttttt...........
 
Langsung masuk saja ke I’tikaf...
Hari itu aku dan Qanita datang paling akhir karena kita kudu ke kosan dulu, dan aku persiapkan untuk mudik esok hari..
Kita ke sana dengan membawa 3 bungkus nasi padang untuk Diana, Karin dan Lilik..
Sesampai di masjid DT, kita sudah tag tempat ke Karin, dan akhirnya meski kita datang telat tapi kita tetap dapat shaf paling depan (syukurlah, ;)...
Kita awali semuanya dari sholat Isya, dengan shaf paling kanan diana, diikuti lilik, qanita, aku (Risa) dan paling kiri ada Karin, sejenak kita nikmati suara imam yang merdu dan bacaan yang fasih itu, perlahan ku bayangkan bahwa aku sedang berada di tanah suci bersama keluarga, sahabat dan orang-orang terkasih..aku nikmati kata per kata, bacaan per bacaan yang ia bawakan, tiba-tiba ada aliran air yang melewati lekukan wajahku... aku pun tersentak dan terkaget, ko nangis??? (aku juga gak tau kenapa tiba-tiba menangis).. lalu semakin ke rokaat kedua, ketiga dan keempat, mukenaku pun basah karenanya... lalu setelah selesai sholat, ku lanjutkan dengan sujud panjang sambil menunggu penceramah menyampaikan beberapa ceramahnya... aku bersujud dan aku berpikir “apa yang sedang terjadi padaku?”, lalu tiba-tiba di benakku aku teringat sebuah masalah (yaa, hanya sebuah.. tapi pengaruhnya sangat dalam).. aku teringat masalah itu, dan ini membuatku semakin rendah di hadapanNya, aku hanya berpikir “mungkin masalah ini terjadi karena dosa-dosaku padaMu ya Rabbku”.. ku minta padaNya untuk segera menghapus dosa-dosaku itu, aku ingin segera enyah dari permasalahan ini.. Namun, ku dengar ada yang berbisik di hatiku “tenanglah ukhty, Allah selalu bersamamu dan menyayangimu”.. Wallahua’lam suara siapa itu, dan itu membuatku semakin menangis derass (emang ujan yaa...)..
Ketika ku sadar, ternyata penceramah telah selesai, seingat aku waktu itu beliau berceramah mengenai Zakat, iya gak sih?? Lupa lupa ingat, hehe...

Setelah selesai ceramah, dilanjutkan sholat traweh... saat saat kaya gini nih yang aku tunggu-tunggu... sholat yang bisa membuat hati bergetar dan merasakan nikmatnya berduaan denganNya... satu per satu sholat traweh kita lakukan, dan di setiap gerakan, di setiap ucapan serta di setiap rokaatnya yang ada di benak hanya “masalah itu”.. masalah yang membuatku benar-benar merasakan akibat dari dosa yang aku perbuat, Wallahua’lam...apakah sholatku dibilang khusyu’ atau tidak, mohon maaf ya Allah..karena hanya pada saat sholatlah aku merasa dekat denganMu, sehingga pada saat itulah aku mampu menceritakan semuanya padaMu...tetesan air mata itu terus mengucur sampai sholat traweh beres, yang ada hanya menyesali dosa-dosaku.. aku takut akan hukumanNya yang lebih pedih, aku takut sekali waktu itu..dan kurasakan kehadiranNya di hatiku, sangat dekatt..
Setelah sholat traweh, aku langsung baca kalam Ilahi.. dan pada saat itu Karin, Diana dan Lilik pergi ke lantai 1 untuk makan (nasi padang yang kami bawakan tadi).. lalu Qanita pun ikut nyusul ke bawah ke SMM katanya.. lalu tinggallah aku sendiri di sana bersama banyak jamaah yang tidak aku kenal.. lalu “Dorrr....” Mira datang mengagetkanku.... “Hay Mirr...” heheheee.. lalu kami pun membaca kalamullah bersama-sama.. dan tiba-tiba ada seorang teteh-teteh yang memberikan kami 2 buah buku kecil gitu yang isinya tentang I’tikaf... Mira terus melanjutkan baca Qur’annya, dan aku mengakhirinya untuk membaca buku dari teteh tersebut... kubaca lembar per lembar, subhanallah.. isinya luar biasa.. tentang tata cara beri’tikaf (khususnya bagi wanita), trus waktu yang tepat untuk beri’tikaf..
Dan tau gak pembaca, bahwa ternyata Rasulullah itu suka melakukan i’tikaf di 10 malam terakhir bulan Ramadhan (pasti yang suka i’tikaf uda pada tau yaa....), trus 20 hari sebelum meninggal pun Rasul juga i’tikaf (“Wahh, mana tau kapan kita mau meninggal?” hehe, itu pertanyaan teman-temanku ketika aku ceritakan tentang I’tikaf).. Trus, tau gak kalian kalau i’tikaf itu tidak harus di masjid? (buat akhwat maksudnya, heu).. untuk wanita, i’tikaf itu tidak harus di masjid, bisa di rumah juga..tapi tempatnya kudu di tempat sholat khusus supaya gak keganggu.. ini mungkin karena Allah ingin menjaga sosok wanita, sehingga diberi kelonggaran.. tapi tetap, untuk i’tikaf utamanya di masjid... kalo untuk laki-laki yang wajibnya di masjid.. trus kalo aku dulu ya, suka berpikiran kalau i’tikaf itu kita harus melek semaleman, gak boleh tidur sama sekali (wah, gimana kalo tertidur?? Apakah kita harus melek terus dan sujud terus gitu.. berat atuh yaa.. “Pikirku” dulu).. dan ternyata i’tikaf juga boleh tidur, cuman jangan salahkan siapa-siapa kalau ketika pahala malam Lailatul Qodar turun, sedangkan kita sedang tidur, ehh yang niatnya menjemput pahala malam lailatul Qodar, malah gak kesampaian... trus aku juga jadi tau, kalo lagi i’tikaf itu ngapain aja sih?? I’tikaf itu agendanya (hadeeyy, agenda... hehe “Sok aktivis”..), sholat sunnah, baca Al-quran, tidur, Zikir, berdoa..itu yang bisa kita lakukan.. jadi gak hanya sujud terus seperti bayangan aku sebelumnya...

“Aku Ngantukk..” tiba-tiba aku terdengar suara Mira...

“Yauda tiduran aja mir.... Nih, aku bacain tentang buku ini ya...”

Wadewww,, kaya-kaya mama yang mau ngebacain dongeng buat anaknya, hehe.. aku bacain buku yang ada di genggamanku ke Mira, tapi pake bahasa sendiri.. aku cerita, I’tikaf itu begini dan begini, pada hari ini dan hari ini, bla bla blaaaa... panjang kali lebar... Eh, Miranya gak jadi tidur dan akhirnya aku yang tertidur sambil tengkurep di sebelah Mira, hohoo.. ;D
Lalu datang Karin dan Qanita yang disusul Diana ma Lilik...

Aku pun terbangun... lalu kita ngobrol sedikit demi sedikit, lalu aku ceritakan tentang i’tikaf pula ke mereka.. akhirnya ada obrolan ringan tentang i’tikaf...

Lalu Karin tiba-tiba tertidur, dan tinggallah kami berlima yang sharing-sharing.. kali ini sharing kita meluas, gak hanya pada i’tikaf..

Dan mulai ku tanyai satu persatu...
“Coba tebak, kenapa wanita itu harus menutup aurat??”

Dijawab mulai dari Mira..
“Karena wanita itu berharga”.. inti jawabannya seperti itu...

Lalu Diana,
“Karena uda diatur sama Allah”.. heheheeee, memang benar..

Trus Qanita, dia bacakan surat An-Nur ayat 31 tentang kewajiban wanita menutup aurat dan siapa saja yang boleh melihat aurat kita.. (pembaca juga bisa membukanya.. ;D)

Trus Lilik, dia jawabannya hampir sama kaya Diana..
“Karena uda diatur jelas sama Al-Quran..”

Trus berujung di aku... mereka menuntut aku untuk cepat cepat menjawab, tapi aku malah mengulur-ulur waktu biar mereka penasaran (padahal, aku juga bingung mau jawab apa karena jawaban mereka benar semua,, dan aku bertanya itu bukan untuk ngetes mereka, tapi untuk mengingatkan satu sama lain, heheeee...)... mereka terus mendesakku dan tiba-tiba hanya ada beberapa kalimat yang keluar dari mulutku secara spontan, ya spontan..

Aku jawab “karena Allah suka”.. titik..

aku tak tau datang dari mana kata-kata itu. Cukuplah hidup mencari hal-hal yang disukai Allah... Cukup Allah suka.. ;D
Banyak banget yang kita bahas waktu itu, kita berbagi, sharing dan saling memberi nasehat-nasehat...

Sreerreerreekkkk... tiba-tiba Karin terbangun dan kami pun kaget..

“Karin ngelindur??” hehee... canda kami...
“Enggak...” jawab dia, trus dia langsung tidur lagi, dan kita hanya bisa ketawa dan ketawa... heu ;)

Lalu forum aku buka lagi,
“Hhm...ternyata kita sudah 2 tahun ya di kampus... sudah punya 2 adik tingkat lho.... Eh kalian, selama 2 tahun uda ngapain aja nih? Trus apa yang uda kalian dapetin? Perubahan apa yang uda terjadi pada kalian selama 2 tahun ini? Jangan-jangan gak ada yaa.. Aargghhh, rugi banget kalo kita buang 2 tahun ini tanpa ada perubahan..” hehe, ejekku sambil melempar pertanyaan ke Mira yang berada di sebelah kananku untuk mulai pertama kali menjawabnya... (gak mau ngetes sih, cuman saling mengingatkan saja, hehe... )
Lalu mereka pun menjawabnya satu per satu, dan balik lagi jawaban berujung di aku karena yang ngasih pertanyaan aku, hohoo... tak akan aku ceritakan jawaban mereka yaa, gapapa kan? Takut salah soalnya, hehe...
Hhm.. aku cukup ceritakan jawabanku..
“Selama 2 tahun.. dimulai dari pertama kali masuk ke UPI.. aku adalah salah satu korban budaya saat itu, aku yang notabene pendatang dari desa cukup kaget melihat kehidupan kota, yang ada di benakku adalah aku harus menjadi seperti mereka yang gaul, bajunya ngetrend dan bla bla blaaaa.... aku suka nonton, aku suka jalan, sampai gak sadar aku uda ngabisin banyak uang untuk itu semua. Lalu kutemui teman-teman yang aku rasa sejalan “kala itu”, teman maen, teman nonton dsb.. dan di pertengahan perjalanan persahabatan kami, aku merasakan ada ketidakcocokan bersama mereka. Waktu itu aku sedang kehabisan uang dan sangat menipis, lalu mereka mengajakku nonton ke BIP, dan bertepatan pula kala itu aku sedang diajak kakak tingkat untuk ikut kepanitiaan di himpunan.. Yah, mau gimana lagi, akhirnya aku tolak ajakan mereka. Dan ku dengar dari mulut ke mulut, salah satu teman maenku itu ada yang bilang
“Risa selalu susah diajak nonton, pelitt amat.. malah sok aktif diorganisasi..”
Akhirnya kepribadianku muncul dengan sendirinya.. lalu kuputuskan untuk menyendiri waktu itu, dan kutemui seorang sahabat bernama Lestari yang mendapati masalah yang sama.. (sedang mencari sahabat yang sejalan). Akhirnya kami berikrar bahwa “Kita bisa berteman, tapi jangan terlalu akrab ya?” hahahaa, kaya anak kecil banget, tapi kami hanya takut misal nanti kami ketahuan sifat aslinya dan gak bisa terima satu sama lain, malah menghancurkan ukhuwah kan?? Itu yang kami takutkan.. jadi kami berinisiatif kalau kami gak akan berteman akrab “weheewwww..” tapi ujungnya malah akrab banget. Hehehe...
Trus kami mulai ikut binder, bareng sama Qanita juga... waktu itu kami masih sangat kaya anak-anak, aku ceritakan ketika aku ngecengin seorang ikhwan dengan karismatik yang luar biasa, dan kuceritakan begini dan begini... “Sststststttttt rahasia” hehe... sampai pada akhirnya aku dan Qanita berencana untuk menabung di Lestari untuk beli rok, heheheheheee... tapi ga kesampaian, dan alhamdulillah Allah memberikan rezeki sehingga kami bisa pake rok sampai sekarang.. trus aku mulai belajar organisasi dan dari organisasi inilah kami bisa berubah, merubah sifat, sikap bahkan kepribadian..

Yang aku rasakan setelah 2 tahun,
Sekarang aku lebih suka membuat orang lain bahagia (kecuali dalam satu hal #secret), aku bisa mengalah (kecuali dalam satu hal #secret), aku lebih mengenal Allah, aku lebih dekat denganNya, aku bisa mengenali bahwa aku ciptaanNya yang harus patuh akan aturan-aturan yang Ia buat, yang dulu orientasiku di dunia sekarang sudah rada keakhirat-akhiratan, aku semakin senang belajar agama, aku belajar sosialisasi di organisasi, aku belajar akademik di kampus, aku belajar makna kehadiran seseorang di organisasi (seseorang semuanya maksudnya), aku belajar mimpi di sahabat-sahabatku (baik organisasi maupun sahabat atas nama teman, loh? Bedanya,, haha..), aku belajar banyak hal karena aku banyak teman... dan masih banyak lagi yang aku peroleh selama 2 tahun ini.. *sekedar berbagi dan saling mengingatkan.
Dan satu hal, kepribadianku banyak berubah setelah aku masuk ke kampus ini.. insyaAllah bersiap menjadi bidadari surga juga berawal dari sini, aamiin.. “jaga kehormatanku ya Allah”, aamin... “Nice Muslimah, cantik dan Berakhlak Indah”

Sebelum obrolan itu berakhir, tiba-tiba Karin terbangun lagi....
“Karin ngelindur?” tanya kami untuk kedua kalinya..
“Enggak, kali ini enggak...” hehe.. #ketawa
Lalu Karin pun beranjak ke lantai 1 untuk wudhu, sementara kami melanjutkan obrolan kami... ketika obrolan itu selesai di Lilik, Karin pun datang... waktu itu tepatnya pukul 01 lebih... dan tak kami rasakan mengantuk, hanya sedikit lelah...
 
Lalu kami mulai berbicara mengenai malam Lailatul Qodar, dan salah satu diantara kami pun ingat bahwa di malam Lailatul Qodar itu, ketika Allah menurunkan pahala malam Lailatul Qodar maka apapun yang kita minta pasti diijabah, aamiin... lalu muncullah ide untuk kami untuk menyampaikan mimpi kita satu per satu.. kala itu, moderatornya Karin.
                Sebelum kami menyampaikan mimpi-mimpi kami, kami mengadakan beberapa ritual,  (waduuhh), bukan ritual macam-macam, hehe... cukup membaca kalam Ilahi 9 ayat dan berdoa (hal ini guna mengingatkan kami pada Allah setelah beberapa saat sebelumnya kami becanda dan ketawa-ketawaan.. Kenapa 9 ayat? Hanya kesepakatan aja... hehe,, tapi tetap saja ujung-ujungnya 9 ayat lebih, ada yang lebih satu lembar, hahaa... tak apalah..)
Lalu setelah selesai, untuk penyampaian mimpi dimulai dari aku (yang kebetulan duduk di sebelah kanan Karin), dan karena ga afdhol kalau ga ada baca doa bersama, akhirnya aku bacain doa yang biasa aku baca setelah sholat.. aku baca doa dan teman-teman yang mengamini... dan kumulai menyampaikan mimpi-mimpiku yang diamini pula oleh sahabat-sahabatku...
Mimpiku,,
Dalam waktu dekat ini,
Aku ingin amanah-amanahku dilancarkan sama Allah, dimudahkan dalam urusan dan menyelesaikan masalah, dan didekatkan denganNya, aamiin.. trus punya ilmu yang bermanfaat dan lulus kuliah 3,5 tahun, (cumload atau tidak yang penting kudu ilmu yang bermanfaat, tapi pastinya kudu cumload, hehe), trus bisa sidang dan skripsi pake bahasa Inggris, ahli bahasa Inggris dan bahasa Arab, ikut IELSP “Student Exchange” (sebelum lulus), trus pas kuliah uda punya bisnis (minimal nyoba-nyobalah..), trus setelah lulus, aku langsung S2 dapet beasiswa keluar negri (baik jurusan marketing atau Ekonomi Syariah) cukup S2 1 tahun aja, trus pas balik ke Indonesia bisnis uda berkembang pesat shg pas balik aku uda punya modal untuk beliin rumah untuk orang tua, trus orang tua dibawa kerumah baru (dimana pun itu), trus nguliahin adik “kudu”, selanjutnya nikah sama calon ahli Surga (nah, gak terasa pas ngucapin ini tiba-tiba aku nangis dan aku bilang pada mereka aku ga sanggup nerusin.. kenapa? Aku juga ga tau.. tiba-tiba masalah itu muncul lagi di hatiku dan aku pun terdiam beberapa saat sebelum aku lanjutkan kembali sambil berkata “Siapapun orang nya, suka-suka Allah” dan aku pun menangis.. MasyaAllah... aku percaya pada-Mu), sesaat teman-teman hanya bisa memandangku, dan akhirnya aku lanjutkan... aku ingin punya pesantren untuk anak jalanan, trus punya TK, SD, SMP, SMA atau minimalnya aku punya Bimbingan Belajar “Gratis” insyaAllah, trus punya rumah yang di halamannya ada masjidnya, trus di rumah itu didiami oleh calon-calon penghuni surga, aku, suamiku dan anak-anakku, aamiin...trus mimpi terbesar aku pengen memenuhi undanganMu ke masjidil Haram “Mekkah” bersama Suami (ko yang pertama di sebutin, ya iyalah...kan untuk wanita yang sudah menikah, suami adalah yang pertama kudu ditaati), baru orang tua, mertua, anak, dan adikku tersayang... ~to be continue “kataku” saat itu..
Lalu setelah aku ada Mira, Diana, Qanita, Lilik dan diakhiri oleh Karina...
Melow banget saat itu, kami dengarkan mimpi sahabat-sahabat kami satu per satu dengan hikmat dengan “aamiin”an, berharap mimpi-mimpi kami menjadi takdir untuk kami kelak, aamiin... dan tak enggan-enggan ketika sahabat kami menyampaikan mimpinya, kami pun menangis dan tersedu-sedu.. yaa Allah Yang Maha Mendengar, jadikan harap kami adalah ridhoMu, aamiin... dan penyampaian mimpi-mimpi itu kami akhiri dengan mimpi kami terbesar yaitu “Semoga kita bisa reuni di surgaNya kelak, masing-masing bersama kekasih dan kedua orang tuanya, *Sepasang Bidadari kalau kata Bang Ippho dalam bukunya 7 Keajaiban Rezeki*,, aamiin ya Allah”

Lalu Karin meminta kami segera tidur barang 10 menit, sebelum kami melakukan sholat tahajud, obrolan itu selesai pukul setengan 2an..
Lalu kami pun terlelap dan Karin ganti menjagai kami sambil membaca kalamullah..
Tepat pukul setengah 3an, Karin membangunkan kami.. dengan mata sembap dan bengkak, kami berjalan menuju lantai 1 untuk wudhu, dan kami lakukan sholat tahajud berjamaah... cukup lama, dan akhirnya aku memutuskan untuk sholat sendirian dengan beberapa sholat yang aku lakukan (seperti yang biasa aku lakukan).. lalu diakhiri dengan sujud panjang dan merendahkan serendah-rendahnya diri ini di hadapanNya.. aku ceritakan semua masalahku dan meminta hati yang terang padaNya.. sungguh indah rencanaNya, aku yakin itu.. semuanya tinggal menunggu waktu. :D
Lalu setelah sujud panjang, aku pun tertidur lagi, sedangkan teman-teman yang lain ada yang tilawah dan ada yang tidur pula (heheheee,,)
Setelah sholat shubuh kami beranjak beberes untuk segera pulang, dan Karin memutuskan untuk tidur sebentar di kosanku sebelum dia pulang dan menyetir motor, sedangkan Qanita, Lilik, Mira, dan Diana pergi ke kampus untuk menghadiri MOKA jurusan kami, hehe *fighting lah, heu..
Lalu Karin pun tidur di kosanku lumayan lama, dari jam set.7 sampai jam set.11, hehe.. dan ada cerita seru kala itu... Hhm,, ceritanya lain waktu sajalah...
Heheheeee,
Semoga ada makna yang bisa diambil oleh pembaca, dan jangan jadikan bacaan ini sebagai bacaan yang bermakna mudharat. Wallahua’lam bi shawwab..
Semoga Allah selalu menjaga kita dan mempertemukan kita di surgaNya kelak, aamiin..
Semoga Allah selalu menjagamu dan selalu mengistiqomahkan hatimu, aamiin..
>>Nice Muslimah<<

SMLOHEH

Senin, 22 Agustus 2011 0 komentar

Dimulai dari mana ya??
Dimulai dari Assalamu'alaikum Wr.Wb deh...
SMLOHEH... 
Banyak yang salah mengartikan kata-kata di atas, beberapa teman ketika mendengar kata-kata itu maka dia berfikirnya sudah kemana-mana... SMLOHEH.. hehe, ya kami beri nama SMLOHEH karena kami adalah sekelompok orang yang suka senyum dan ramah..
Semuanya berawal ketika kami kelas 1 di Madrasah Tsanawiyah, awalnya kami adalah sekelompok anak yang berjumlah 7 dengan nama yang hampir sama, mulai dari Fila, Mila, Ika, Eka, Rina, Risa dan Devi... Yaa, kami adalah teman bermain dan teman satu gank (kalo kata anak gaul mah)... lalu saking banyaknya personel akhirnya kami luntur satu per satu dan akhirnya hanya tersisa 5, yaitu Fila, Mila, Risa, Rina dan Ika... sedangkan yang lainnya membuat group sendiri, tapi kami tetap bersama... hanya sedikit berbeda visi misi saja...
Yaa, Kita berlima... seingat saya kita berikrar yaitu pada bulan Februari.. Benar ga ya?? Haha, lupa....
Kami adalah teman bermain, meski kami sering bertengkar karena beda prinsip dan pemahaman.
Aku ceritakan satu per satu yaa,
1.       1. Kafilah Ala Himmata...
Dia adalah sosok yang paling alim dan paling disegani diantara kami berlima,, banyak orang menyebut aku dan dia adalah anak kembar... hohooo, padahal tidak #menurutku... tapi aneh, pernah ayah dia pun salah memanggil.. harusnya manggil Fila (nama panggilannya) tapi dia malah manggil aku, hehe.... dia adalah satu2nya sahabat kita yang paling tidak mau pacaran tapi dia tidak fanatik ketika melihat sahabat-sahabatnya pacaran, begitulah... dia motivatorku... anaknya alim, dari dia aku belajar banyak hal, Salutlah sama dia....
Nama : Kafilah Ala Himmata
Panggilan : Fila ^^
Ttl : Blitar, 14 April 1990
Warna kesukaannya : Biru
Hobby : yang saya tau dia itu suka menulis kata-kata asing yang baru dia kenal.
Sejauh mana kau mengenalnya : Sangaattt jauuhh... saking jauhnya sampe kebablasaann...
2.       2. Farihatul Ummah...
Dia adalah temanku yang selalu sepadan dan sejalan... bandel? Bareng-bareng... kita memiliki orientasi yang sama.. kita pernah kursus bahasa Inggris bersama-sama selama 6 tahun... Oiya, Fila dan Fafa (panggilan untul fariha. Namun terkadang dipanggil Ika), mereka adalah teman MI (atau SD) ku... kita berteman sejak SD,, ya sejak SD... sama fafa, selalu sejalan dan selalu memiliki pemikiran yang sama... kita adalah orang-orang yang suka bersandiwara dan suka berimajinasi, weheewww...dia yang paling dekat denganku untuk masalah membandel, hehe... ;) miss you say....
Nama : Farihatul Ummah
Panggilan : Fafa, Ika
Ttl : Blitar, 01 Januari 1991
Warna kesukaan : Biru
Hobby : Membaca buku... (seingat aku)...
Sejauh mana kamu mengenalnya: Jaauuuuhhhh bgt,, dia kan teman bermainku... teman ngebolos les matematika, teman ngebolos les bahasa Inggris, hahaaa...
3.      3. Emila Hasna Fikriansyah...
Dia dipanggil Mila... Aku mengenalnya sejak kita masuk di Mts.. Dia adalah temanku untuk bermanja-manjaan... terkadang aku memang seperti anak-anak, maklum itu... hehe, dan Milalah temanku ketika aku sedang ingin dimanja... J teman membandel? Iyaa... Mila juga temanku membandel, teman ketika kita sedang bersama pasangan masing-masing (Waktu ituuu... sekarang say NO to DATING...!!)... namun sekarang Mila mendahului kami untuk berumah tangga, dia yang pertama kali memberiku seorang keponakan yang luchuuu... hehe....
Nama : Emila Hasna Fikriansyah
Panggilan : Mila, Emil
Ttl : Blitar, 12 September 1990,,
Warna kesukaan : Apa yaa... dia sukanya warna warni sih... ungu? Punya.. pink? Punya... biru? Juga punya.. tapi dia sering pake baju warna pink ^^
Hobby : dia hobby’nya bersepeda, dia juga suka masak... jagoan lah kalo disuruh masak mah, hehe...
Sejauh mana kamu mengenalnya : Sangaattt jauhhh.... gimana gak jauh, kita kan pernah satu kosan (satu kamar malah, sama Fila juga, hehe)... Dia manja (kaya aku, hehe)... suka becanda, bodor lah... heu...
4.      4. Rina Hanifah...
Hahahaaaaa, pengen ketawa kalo ingat dia.... Dia yang paling muda diantara kami berlima, dia aneh, geje.... dan selalu membuat onar... Hhm, dulu dia tomboy... sangat tomboy... anti cowok, rasa-rasanya selalu illfeel kalo liat cowok, hahaha.....tapi untung sekarang dia sudah mulai normal (Loh... Pisss Cintaaa).. hehe, dia sudah memiliki pasangan... yaa berdoa saja smoga pasangan hidupnya juga... J Rina adalah siswi MI bundaku... sehingga aku sudah lama tau dia, tapi untuk mengenalnya, baru masuk Mts kita mulai akrab....
Nama : Rina Hanifah
Panggilan : Rina
Ttl : Blitar, 13 Juli 1991 (beda 1o hari sama aku, hehe)
Warna kesukaan : Pink donk...
Hobby : suka maenn, hahahaaa.... kalo masalah maen, langsung ke Rina ajee... pasti setuju aje si doi, heu...
Sejauh mana kamu mengenalnya : Jaaauuuhhhh ammaatt.. hehe, meski kita ga satu SMA... iya, dia paling beda SMA’nya diantara kami berlima,, tapi alhamdulillah, ukhuwah alias persaudaraan kita tetap satu dan selamanya insyaAllah.... Rina itu temanku ketika gila2an, hahaha ;)

AKu bangga berteman dengan orang-orang seperti mereka.. saking akrabnya kita, sampai-sampai guru Mts sangat mudah mengenal kami... Ada Fila pasti ada Risa, ada Risa pasti ada Mila, ada Mila pasti ada Rina, dan kalau ada Rina pasti ada Ika... hahahaa :) itu sudah menjadi rahasia umum.. Dan jika ada cowok yang ingin mendekati salah satu diantara kami, pasti menjadikan 4 sahabat yang lain sebagai makcomblang, hahahaahahaaaa... kita juga aktif di organisasi waktu itu, di Pramuka dan di Osis... Tapi satu hal yang disayangkan, karena keterbatasan sehingga Fafa tidak bisa ikut aktif di organisasi seperti aku, fila, mila dan rina... tapi tetap saja, ketika ada kegiatan, kita selalu mengajak Fafa untuk ikut bersama kami...

 dari kanan... Mila, Rina, Fafa, Risa, Fila. Yang kecill?? si dede ^^
  Ini saat syukuran ultahnya Emil tanggal 12 September 2010 lalu....


Si Dede... ^^
Aku sangat menyayangi mereka ber4... seperti saudaraku sendiri, lebih malah... meski sekarang raga kita terpisah-pisah (nah lhoe...) Fila dan Rina di UIN Malang, Mila tinggal bersama sang suami di Blitar, Fafa?? di Jogja.... Aku sendiri?? di BAndung (paling jaauuhhh).. tapi ketika lebaran pasti kita sempatkan waktu untuk berkumpul .. kangen sama kalian,,
cukup sekian taaruf dariku dan aku taarufkan sahabat-sahabatku.... Mohon maaf bila ada kurangnya, Wassalamu'alaikum Wr.Wb

Maharku untukmu by Alief

Sabtu, 20 Agustus 2011 0 komentar


By Annisa El Fath · Wednesday, August 17, 2011

Inilah maharku untukmu
seperti ini ku mampu
sepenuh hati ku berikan
sebagai wujud cintaku

maharku untukmu tulus kuserahkan
kpd drimu satu yg ku pilih
maharku untukmu aku
Karunia yg allah berikan padaku untukmu

terimalah sebaris doa
semoga engkau bahagia
dan kunyanyikan lagu ini
persembahan cinta suci

maharku untukmu tulus kuserahkan
kpd dirimu satu yang kupilih
maharku untukmu aku
Karunia yg allah berikan padaku untukmu

Untukmuuu..... 

Hooo....

maharku untukmu tulus kuserahkan
kpd dirimu satu yang kupilih
maharku untukmu aku
Karunia yg allah berikan padaku untukmu

maharku untukmu tulus kuserahkan
kpd dirimu satu yang kupilih
maharku untukmu aku
Karunia yg allah berikan padaku untukmu

Belajar dari Manusia Biasa

Senin, 07 Februari 2011 0 komentar

Senin, 07 Februari 2011

Belajar dari Manusia Biasa


"Kalau saya diminta Tuhan untuk bersaksi atas kawan saya ini, maka saya tidak akan berfikir lama untuk mengatakan beliau adalah manusia baik."
Satu kawan saya, seorang anak guru agama yang selalu bersemangat dengan semua kegiatan sekolah. Sepertinya ia memiliki semangat untuk masing-masing kegiatan sekolah, baik di kelas, di lapangan olah raga, laboratorium maupun di pengajian rutin. Sampai-sampai saya tidak pernah ingat atau bahkan tidak pernah tahu bagaimana rupanya kalau ia dalam keadaan sedih. Suasana sedih, gelisah, putus asanya tidak pernah nampak di hadapan saya, sejak pertama kali saya mengenalnya sampai kami tidak dapat lagi berjumpa.

Semangat itulah pelajaran pertama yang saya ambil darinya. Tapi sampai saat ini pun saya tidak dapat menyamai beliau. Satu pelajaran lain adalah ringan tangannya membantu siapa saja yang membutuhkan, masalah orang lain yang ia ketahui seakan-akan menjadi masalahnya, bahkan mungkin ia lebih sibuk menyelesaikan masalah orang lain daripada masalah dirinya sendiri. Dan pelajaran selanjutnya adalah pelajaran utama yang saya betul-betul pelajari darinya hingga kini terlihat jejaknya pada diri saya, adalah pelajaran membaca Qur’an. Dari beliaulah kemampuan baca Qur’an saya dapatkan.

Kalau saya diminta Tuhan untuk bersaksi atas kawan saya ini, maka saya tidak akan berfikir lama untuk mengatakan beliau adalah manusia baik yang layak mendapatkan kebahagiaan di akhirat. Dan inilah yang saya lirihkan di samping jenazah beliau ketika saya dampingi janazahnya di mobil ambulance menuju pemakaman. Mungkin balas jasa yang saya berikan untuk pelajaran-pelajaran yang beliau berikan hanyalah memanggul jasadnya dan ikut meletakkannya di liang lahat.

Pada waktu yang berbeda saya juga mengenal beberapa kawan yang keistimewaannya identik, yaitu sigap sekali membantu, ia korbankan kepentingan pribadinya; waktu, tenaga dan harta. Ringan bagi mereka untuk memberikan apa saja yang dimilikinya untuk siapa saja yang membutuhkan. Seorang kawan dengan tulusnya membantu saya pada semua masalah saya di kuliah, meski pada saat yang berbeda kami selalu berseteru dalam diskusi-diskusi ekonomi, politik atau agama sekalipun. Tetapi dialektika atau konflik diskusi tidak membuat beliau mengurangi semangatnya untuk membantu saya atau lawan diskusinya. Kekaguman pada mereka intinya terletak pada tingginya kepekaan terhadap masalah orang lain, kelembutan yang membuat dirinya tidak tahan melihat manusia lain susah, kegelisahan hati jika tidak mampu merubah sedih dan suram menjadi senyum dan ceria, atau jeli melihat peluang-peluang amal shaleh dimanapun dan kapanpun. Duh cerita ini semakin membuat saya mengasihani diri sendiri, karena saya sendiri masih jauh dari sikap istimewa seperti itu. Sikap istimewa manusia-manusia biasa, mereka yang dekat dengan saya, mereka yang penuh dengan keistimewaan.

Tapi satu pelajaran lain yang saya ambil dari suguhan-suguhan seperti ini, yaitu belajar dari semua orang adalah satu usaha yang tak ada ruginya. Setiap manusia memiliki keistimewaannya sendiri-sendiri. Dan itu merupakan bagian-bagian puzzle dari rahasia hidup dan kehidupan. Sehingga, padan rasanya usaha belajar itu dengan hikmah yang kita dapatkan nanti.

WANITA SHALEHAH... I

Minggu, 30 Januari 2011 0 komentar


سبحان الله...

Wanita Shalehah
...
Wajahnya..
Senyumnya...
terus terpancar dalam dirinya...
wahai kaum hawa siapakah dirimu...??
dengan jilbab dan gamismu yang begitu menawan...
dengan sejuta kasihmu kepada Sang Khaliq...
yang membuat para Adam menjadi amat terkagum oleh ke elokan dirimu,,,

subhanallah...!!
dia adalah seorang wanita SHALEHAH...
dengan tutur katanya yang lembut dan bijak...
seakan kaulah makhluk Tuhan yang paling sempurna..
disetiap kau melihat seseorang yang bukan muhrimmu,,kau selalu menjaga pandanganmu..
kaupun selalu menjaga lisanmu dengan lafadz Allah Ta'Ala..

wahai wanita shalehah...
mengapa dirimu begitu nyaman...
bila tiap didekatnya...
akan merasakn kedamaian yang dalam...
dia pun selalu menjaga kesuciannya dengan basuhan air wudhu...
begitu lengkapkah dirimu wahai wanita shalehah..
dan begitu besarnya rasa cintamu kepada Sang Khaliq..
sungguh,,,siapa yang tak ingin kaum adam dengannya...
hanya orang bodohlah yang meremehkan wanita se-shalehah inii...!!!

subhanallah..Maha Suci Allah..yang telah menciptakannya dia se-sempurna inii...
selain pintar....diapun amat cantik dimata Allah dan dimata orang yang melihatnya...!!
subhanallah walhamdulillah...!!



http://arilela.blogspot.com/2010/08/wanita-shalehah.html

See More

 
Muslimah Negarawan © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum