• Muslimah Sholehah

    Jika wanita cantik itu ibarat bintang-bintang langit, wanita yang tahajud di sepertiga malam tentulah yang paling bersinar di gemerlapan

  • Tsukuba University

    in Tokyo.

  • Rumah Pelangi

    Kita berwarna dan dengan keimanan kita ingin mewarnai lingkaran sekitar

  • Temilnas FoSSEI 2012

    Temu Ilmiah Nasional FoSSEI di UIN Suska Riau Maret 2012. foto: di depan Aula kampus UIN Suska

  • Temilnas FoSSEI 2012

    Temu Ilmiah Nasional FoSSEI di UIN Suska Riau Maret 2012. foto: di Kerajaan Siak Riau

Tampilkan postingan dengan label keteguhan hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keteguhan hati. Tampilkan semua postingan

Muslimah Cerdas Menjaga Islam dan Kecantikan part II

Selasa, 13 November 2012 4 komentar






























“Dunia tidak lain adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah Wanita Shalihah."
“Istri Sholehah adalah calon Bidadari Surga
“Wanita adalah Tiang Negara
Diperingatinya “Hari Ibu” tidak ada hari Bapak
Diperingatinya kelahiran “Ibu Kartini” tidak ada untuk pejuang laki-laki
Indonesia di sebut sebagai tanah “Ibu Pertiwi” bukan bapak Pertiwi
Pemimpin di kabupaten “Bu pati” bukan pak Pati

Begitu istimewa seorang wanita sehingga karakternya bisa mewakili identitas sebuah negara. Begitu Islam mengistimewakannya sehingga tak ada izin sehelai rambutnya pun yang boleh terlihat oleh mata para kaum adam non-muhrim.

Disamping itu pula, Muslimah juga merupakan makhluk yang sangatt spesial .. kenapa aku bisa menyebutnya sangat spesial, ya iyalaaahhh....untuk memperindah diri saja, tak jarang orang itu rela mengeluarkan ratusan bahkan jutaan dari kocek mereka. Makanya pula di luar sana banyak sekali tempat-tempat usaha yang menawarkan berbagai jenis jasa untuk *Memoles para kaum hawa. Salon-salon berdiri di pinggir jalan, berbaris rapih bak sedang melakukan PBB alias Pasukan Baris Berbaris.

Sebenarnya jika mau yaaa, mereka tak perlu mengeluarkan uang ratusan bahkan jutaan untuk mempercantik fisik, buat apa cantik fisik jika hatinya tak cantik. Nah, sudah dapet cluenya? YAP, BENAR ... untuk mempercantik fisik, kita harus cantik secara hati terlebih dahulu. insyaAllah jika hati sudah cantik maka fisik pun akan ikut cantik :)

Yuu Mariii kita simak berikut ini, bagaimana Islam itu cantik dan menyukai kecantikan.

Islam dan Kecantikan Muslimah
1. Menjaga sholat fardhu >> Sholat fardhu: Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Shubuh. Menurut kesehatan ini sangat baik untuk peregangan otot badan kita. Yang seharian duduk manis di kelas kuliah, saatnya sholat langsung sholat, coba perhatikan, saat sholat kita menggerakkan seluruh anggota badan, mulai dari ruku’ menggerakkan kepala, tangan dan setengah badan bagian atas, hingga sujud menggerakkan seluruh anggota badan baik kepala, tangan, badan pun kaki. Syaratnya satu, sholatnya memang benar-benar sholat, bukan sholat *abal-abal :)

2. Sholat tahajud >> orang yang melakukan sholat tahajud akan memancarkan cahaya keimanan dari wajahnya, coba perhatikan orang-orang di sekitarmu yang ahli tahajud, meski mereka tidak pernah perawatan ke salon, kok perawatan ke salon, pake bedak sendiri saja jarang, namun mereka akan tetap kelihatan bercahaya. Cahaya itulah yang menimbulkan wajah jadi terlihat berseri-seri. Cahaya itu akan membuat orang lain merasa nyaman dan senang memandang wajahnya, subhanallah. Dalam ilmu kesehatan pun ini sangat baik, tahajud dilakukan sepertiga malam terakhir, dan udara serta air pada pagi-pagi itu sangat baik untuk regenerasi kulit. Sel-sel kulit mati akan hilang bersama aliran air yang mengaliri bagian tubuh untuk berwudhu. Tuh kan, Allah itu menganjurkan sesuatu ke umatNya tidak salah dan tidak lain pasti ada hikmah/pelajaran yang bisa diambil :)

3. Menjaga Wudhu >> menjaga wudhu, wudhu adalah salah satu syarat sah sholat namun alangkah baiknya jika wudhu itu tidak hanya saat akan sholat saja. Bahkan salah satu jalan pembuka pipa rezeki itu adalah menjaga wudhu. Menjaga wudhu artinya menjaga dari hal-hal yang menyebabkan batalnya wudhu. Mohon maaf, apakah itu artinya tidak boleh buang angin? BUKAN. Boleh-boleh saja, malahan kalau tidak dikeluarkan bisa timbul penyakit, tapi setelah kita tau kita sudah batal maka disegerakan untuk mengambil wudhu kembali. Seseorang yang menjaga wudhu maka wajah dan seluruh tubuh yang terkena air wudhu akan bersinar, wallahua’lam sinar itu keluar dari mana [hehe], tapi seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa menurut kesehatan, ketika kita menyiramkan air di bagian tubuh kita maka sel-sel mati yang ada di bagian tubuh tersebut akan hilang bersama air yang mengalir.

4. Membuka wajah dan telapak tangan, “menutup yang lainnya” >> Islam sungguh Indah dengan segala aturan-aturannya. Seorang wanita memiliki tingkat keamanan yang sangat tinggi mulai dari keamanan menjaga hati sampai keamanan menjaga jasmani. Rambut, kenapa Islam mewajibkan seorang wanita menutup rambutnya? Ini merupakan perintah yang saklak dan tidak bisa diganggu gugat, namun kita bisa melihat dari sisi kesehatan rambut. Coba bayangkan rambut yang diurai dan dikibaskan kemana-mana, lalu ada hewan angkasa yang terbang dan mengeluarkan (maaf) kotoran di atas rambut kita, gimana rasanya? Nah, kalau berkerudung yang kena kotoran burung tadi adalah kerudung kita, rambut aman. Lagi jika kita berjalan di jalanan berdebu, kalau rambut dibebaskan berkeliaran kemana-mana maka bisa jadi debu-debu membuat rambut bercabang dan rusak. Kalau pakai kerudung, aman kan? Lalu alasan apa lagi yang membuatmu tidak menutup mahkota wanita itu ;) 

Oke, kita cukupkan dulu pembahasan tips mengenai Menjaga Kecantikan Muslimah .. inshaAllah akan berlanjut di sesii “Muslimah Cerdas Menjaga Islam dan Kecantikan part II"
Semoga bermanfaat, Berbagi = Mengingatkan Diri Sendiri ^^

by : Annisa El-Fath "Nice Muslimah"


Bismillahirrahmanirrahiim ..
Maha Besar Allah yang menciptakan rahiim pada wanita sehingga tampillah ia sebagai seorang hamba yang penuh kasih sayang. (*rahiim berati Penyayang)

Maha Besar Allah yang menciptakan kehidupan di dalam dirinya sehingga lahirlah para generasi pejuang agama dan calon penghuni surga.

Maha Besar Allah yang menciptakan seorang wanita dengan satu hati sehingga kasih sayang yang ia berikan penuh tak terbagi.

Ya Rahiim ... Kau yang menghantarkan wanita legam dari benua tua bernama Afrika sampai ia terdampar ke sebuah lembah bernama Baqa bersama buah hatinya, padang pasir yang panas di antara 2 bukit yang berdzikir dalam diam tegar dan hamparan penuh kasih. Ia menjadi saksi bisu derai air mata dan jejak-jejak lembut wanita legam tersebut. Ia jejakkan kakinya hilir mudik di antara 2 bukit yang kita kenal shafa dan marwa sebanyak 7 kali untuk peroleh sebuah rahmah Allah yang tercurah pada kucuran air. Dalam takung di sela ibadah, air menjunam mengikuti sunatullah. Sungguh anggukan Bunda adalah kunci bahasa yang memandunya memahami makna semesta, sebuah makna yang dititipkan Allah kepada semua makhluk-Nya. Dan anggukan itu pula pertanda, sebuah prosesi pembuka serangkai cinta yang tiada bertepi. Tak peduli betapa legamnya kulitnya karena terbakar sinar sang surya, tampillah ia sebagai seorang wanita cantik di hadapan Allah dan penduduk semesta, ialah seorang wanita ahli surga Siti Hajar.

Muslimah, sungguh tiada keraguan dari Allah untuk setiap perintahNya telah mengandung kebaikan. Telah kita ulas pada Notes sebelumnya "Muslimah Cerdas Menjaga Islam dan Kecantikan”>> http://risaimroatussholihah.blogspot.com/2012/11/muslimah-cerdas-menjaga-islam-dan.html bahwa ibadah-ibadah yang Ia perintahkan memberikan kecantikan hati yang luar biasa. Sekarang kita akan melanjutkan, betapa Islam itu cantik dan menyukai kecantikan.

 1.       Cantik dengan Shaum
Shaum atau puasa, baik itu yang wajib (shaum Ramadhan) maupun yang sunnah yang dapat kita kerjakan pada waktu-waktu tertentu yang dicontohkan oleh Pangeran Islam Muhammad SAW (Senin-Kamis, ayamul bidh “pertengahan bulan Islam”, puasa Dawud, puasa Syawal dan puasa Arafah) merupakan ibadah pelatihan keseimbangan diri. Shaum mengajarkan kepada kita arti mengendalikan kebutuhan dasar sebagai manusia yaitu makan. Rasa lapar yang berasal dari perut dapat menjadi motivasi utama yang mendasari setiap gerak dalam hidup. Puasa bisa melatih dan mengendalikan motivasi dasar ini agar tampil proporsional dan optimal dalam kehidupan.

Shaum juga bisa memaksimalkan jam biologis tubuh kita. Tubuh kita memerlukan waktu khusus untuk beristirahat. Pada saat Ramadhan, tidur setelah shalat Taraweh dan bangun pada sepertiga malam terakhir adalah waktu istirahat yang paling sesuai dengan peningkatan kadar hormon otak. Istirahat yang optimal akan berdampak pada kinerja perbaikan sistem tubuh dan bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas tubuh pada hari esoknya.

Selain itu, shaum juga melatih hati menjadi lembut dan penuh empati. Kelembutan hati tumbuh seiring dengan meningkatnya kepekaan perasaan. Secara biologis kelembutan hati dan kepekaan perasaan diatur oleh hormon otak yang bernama serotonin, endorfin dan preopioid melanokortin. Ketiga hormon otak tersebut secara bersama-sama akan mendominasi kinerja otak melalui latihan kesabaran dan rasa empati terhadap penderitaan orang lain seperti yang kita rasakan saat puasa.

2.       Cantik dengan Zakat dan Sedekah
Berbagi dengan zakat dan sedekah sangat penting untuk membangun dan menciptakan kecantikan psikologis. Kenapa? Karena dengan zakat dan sedekah maka akan mengikis rasa kepemilikan yang berlebihan. Dalam sebuah terminologi, stres skala tertinggi itu diakibatkan oleh rasa kehilangan. Misalkan kehilangan ayah-bunda, anak, suami, sahabat atau apapun yang sangat berharga dalam hidupnya. Itulah kenapa seorang wanita sebaiknya senang berzakat dan bersedekah, karena dengan itu akan mengurangi rasa kepemilikan yang berlebihan terhadap suatu hal. Stres yang berlebihan dan berkepanjangan itu bisa mengakibatkan Depresi. Sehingga saling berbagi, saling menyayangi, dan saling mengingatkan bukan saja akan mengurangi kecemasan dan kemungkinan depresi, melainkan juga akan menghadirkan kebahagiaan dan hangatnya cinta di benak kita.

3.       Cantik dengan Berilmu
Allah akan meninggikan derajat orang yang beriman dan berilmu, itulah janji Allah. Seorang wanita yang berilmu, maka setiap ucapannya adalah ilmu, setiap langkahnya untuk ke majelis ilmu, setiap tatapannya mengandung ilmu, dan setiap apa yang ia kerjakan di situ akan menghadirkan sebuah ilmu. Sungguh indah wanita berilmu, ia menjadi sumber pendidikan oleh lingkungannya. Ia ciptakan madrasah ilmu di dalam keluarganya. Setiap ada sebuah permasalahan, ia mampu menghadirkan solusi berdasarkan ilmu yang ia peroleh. Ia giat kesana-kemari, ia merasa setiap yang ia lakukan tidak ada yang sia-sia karena semuanya mengandung hikmah dan pelajaran. Wanita berilmu cenderung menghindari kesia-siaan. Sesuai aturan dalam islam “Hindarilah kesia-siaan bagimu”.

4.       Cantik dengan Mengingat Surat Cinta Sang Kekasih
Allah telah membekali manusia dengan surat cintaNya, Ia berharap setiap apa-apa yang dilakukan manusia sesuai dengan apa yang Ia perintahkan di dalam surat cintaNya. Syair-syair indah di dalamnya membawa ketenangan hati dan ketentraman jiwa. Ia sungguh indah dengan kecantikan Alquran. Alangkah mulia jika seorang wanita mampu mengingat surat cinta dari Kekasihnya itu, ayat demi ayat sering ia lantunkan di setiap detik perjalanan kehidupan. Langkahnya adalah Alquran, dan ucapannya adalah Alquran. Alquran telah melekat di sapuan matanya, indahnya tutur kata dan setiap pijakan kakinya.

Sungguh indah wanita itu, dan Ia ciptakan dengan sempurna. Oleh karenanya, ukhtiii...jaga kesempurnaan itu, jadilah indah bersamanya. :)
Hmm... berdasarkan buku yang saya baca (aceilee...kaya di sinetron kepompong yak), hehe.. Dari buku “DNA Cantik” karya Tauhid Nur Azhar, saya menemukan keluarbiasaan yang lain yang dimiliki oleh seorang wanita. Buku ini membuka cakrawala saya untuk bisa membuat wanita menjadi pribadi yang cantik luar dan batin. Kecantikan fisik bisa memudar, tetapi kecantikan batin akan terus bersinar. Orang yang sabar, ikhlas, ahli sedekah, dan berhati lembut tentu memiliki DNA yang berbeda dengan aktivitas si pemarah yang agresif dan destruktif. Perbedaan itu merupakan hasil dari sebuah proses pembelajaran DNA yang panjang. Dan buku ini mengajarkan kepada saya untuk semakin sering dan rutin menyekolahkan DNA kita...
Semoga Bermanfaat .. Berbagi = Mengingatkan Diri Sendiri :)

by : Annisa El-Fath "Nice Muslimah"

Muslimah Cerdas Menjaga Islam dan Kecantikan Part I

0 komentar


























“Dunia tidak lain adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah Wanita Shalihah."
“Istri Sholehah adalah calon Bidadari Surga
“Wanita adalah Tiang Negara
Diperingatinya “Hari Ibu” tidak ada hari Bapak
Diperingatinya kelahiran “Ibu Kartini” tidak ada untuk pejuang laki-laki
Indonesia di sebut sebagai tanah “Ibu Pertiwi” bukan bapak Pertiwi
Pemimpin di kabupaten “Bu pati” bukan pak Pati

Begitu istimewa seorang wanita sehingga karakternya bisa mewakili identitas sebuah negara. Begitu Islam mengistimewakannya sehingga tak ada izin sehelai rambutnya pun yang boleh terlihat oleh mata para kaum adam non-muhrim.

Disamping itu pula, Muslimah juga merupakan makhluk yang sangatt spesial .. kenapa aku bisa menyebutnya sangat spesial, ya iyalaaahhh....untuk memperindah diri saja, tak jarang orang itu rela mengeluarkan ratusan bahkan jutaan dari kocek mereka. Makanya pula di luar sana banyak sekali tempat-tempat usaha yang menawarkan berbagai jenis jasa untuk *Memoles para kaum hawa. Salon-salon berdiri di pinggir jalan, berbaris rapih bak sedang melakukan PBB alias Pasukan Baris Berbaris.

Sebenarnya jika mau yaaa, mereka tak perlu mengeluarkan uang ratusan bahkan jutaan untuk mempercantik fisik, buat apa cantik fisik jika hatinya tak cantik. Nah, sudah dapet cluenya? YAP, BENAR ... untuk mempercantik fisik, kita harus cantik secara hati terlebih dahulu. insyaAllah jika hati sudah cantik maka fisik pun akan ikut cantik :)

Yuu Mariii kita simak berikut ini, bagaimana Islam itu cantik dan menyukai kecantikan.

Islam dan Kecantikan Muslimah
1. Menjaga sholat fardhu >> Sholat fardhu: Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Shubuh. Menurut kesehatan ini sangat baik untuk peregangan otot badan kita. Yang seharian duduk manis di kelas kuliah, saatnya sholat langsung sholat, coba perhatikan, saat sholat kita menggerakkan seluruh anggota badan, mulai dari ruku’ menggerakkan kepala, tangan dan setengah badan bagian atas, hingga sujud menggerakkan seluruh anggota badan baik kepala, tangan, badan pun kaki. Syaratnya satu, sholatnya memang benar-benar sholat, bukan sholat *abal-abal :)

2. Sholat tahajud >> orang yang melakukan sholat tahajud akan memancarkan cahaya keimanan dari wajahnya, coba perhatikan orang-orang di sekitarmu yang ahli tahajud, meski mereka tidak pernah perawatan ke salon, kok perawatan ke salon, pake bedak sendiri saja jarang, namun mereka akan tetap kelihatan bercahaya. Cahaya itulah yang menimbulkan wajah jadi terlihat berseri-seri. Cahaya itu akan membuat orang lain merasa nyaman dan senang memandang wajahnya, subhanallah. Dalam ilmu kesehatan pun ini sangat baik, tahajud dilakukan sepertiga malam terakhir, dan udara serta air pada pagi-pagi itu sangat baik untuk regenerasi kulit. Sel-sel kulit mati akan hilang bersama aliran air yang mengaliri bagian tubuh untuk berwudhu. Tuh kan, Allah itu menganjurkan sesuatu ke umatNya tidak salah dan tidak lain pasti ada hikmah/pelajaran yang bisa diambil :)

3. Menjaga Wudhu >> menjaga wudhu, wudhu adalah salah satu syarat sah sholat namun alangkah baiknya jika wudhu itu tidak hanya saat akan sholat saja. Bahkan salah satu jalan pembuka pipa rezeki itu adalah menjaga wudhu. Menjaga wudhu artinya menjaga dari hal-hal yang menyebabkan batalnya wudhu. Mohon maaf, apakah itu artinya tidak boleh buang angin? BUKAN. Boleh-boleh saja, malahan kalau tidak dikeluarkan bisa timbul penyakit, tapi setelah kita tau kita sudah batal maka disegerakan untuk mengambil wudhu kembali. Seseorang yang menjaga wudhu maka wajah dan seluruh tubuh yang terkena air wudhu akan bersinar, wallahua’lam sinar itu keluar dari mana [hehe], tapi seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa menurut kesehatan, ketika kita menyiramkan air di bagian tubuh kita maka sel-sel mati yang ada di bagian tubuh tersebut akan hilang bersama air yang mengalir.

4. Membuka wajah dan telapak tangan, “menutup yang lainnya” >> Islam sungguh Indah dengan segala aturan-aturannya. Seorang wanita memiliki tingkat keamanan yang sangat tinggi mulai dari keamanan menjaga hati sampai keamanan menjaga jasmani. Rambut, kenapa Islam mewajibkan seorang wanita menutup rambutnya? Ini merupakan perintah yang saklak dan tidak bisa diganggu gugat, namun kita bisa melihat dari sisi kesehatan rambut. Coba bayangkan rambut yang diurai dan dikibaskan kemana-mana, lalu ada hewan angkasa yang terbang dan mengeluarkan (maaf) kotoran di atas rambut kita, gimana rasanya? Nah, kalau berkerudung yang kena kotoran burung tadi adalah kerudung kita, rambut aman. Lagi jika kita berjalan di jalanan berdebu, kalau rambut dibebaskan berkeliaran kemana-mana maka bisa jadi debu-debu membuat rambut bercabang dan rusak. Kalau pakai kerudung, aman kan? Lalu alasan apa lagi yang membuatmu tidak menutup mahkota wanita itu ;) 

Oke, kita cukupkan dulu pembahasan tips mengenai Menjaga Kecantikan Muslimah .. inshaAllah akan berlanjut di sesii “Muslimah Cerdas Menjaga Islam dan Kecantikan part II"
Semoga bermanfaat, Berbagi = Mengingatkan Diri Sendiri ^^

by : Annisa El-Fath "Nice Muslimah"


Tangan Ghaib itu Sangat Dekat

Minggu, 28 Oktober 2012 0 komentar

*Tangan Ghaib itu sebenarnya sangatlah dekat...
1. berawal dari mimpi dan dikuatkan dgn ikhtiar dan doa ...

2. Dulu Risa di SMA ngambil jurusan bahasa, cinta sastra bgt lah .. tp waktu itu risa keterima di salah satu univ negri di jur.Sastra Inggris .. dan satu lg di UPI jur.Pend Manajemen Bisnis.

3. Trus akhirnya sama Bunda dsuruh milih yg di Upi. Bayangin .. orang yg kerjaannya nulis novel, cerpen, diary [haha] dterima di ekonomi yg kerjaannya ngitung duit yg kgak nyata ... mana di upi yg ga tau dimanakah itu..yg risa tau Upi itu ya di Jkarta ...

4. Univ.Pendidikan Indonesia (tetangganya UI, mikirnya gitu, haha).. dan trnyata Upi itu di Bdg .. ga punya saudara, keluarga, orang yg dikenal pun kgak ada.

5. Tp Man Jadda Wa Jadda, apapun yg trjadi "Penting Jalan Dulu" kata Bunda, dan Maha Benar Allah bersama Kasih SayangNya, risa sampai di bumi pendidikan yg mmberikan penuh cinta dan keluarga untuk risa :)

6. Dan perjalanan panjang itu berakhir ktika risa dapet kosan ukuran 3x4 meter,, Perjuangan pun dimulai.!! ;) Berjuang tanpa sanak saudara, grubak grubuk pusing sendiri ngurusin persiapan Ospek, mau minta tlong ksiapa coba, ayah-bunda di pulau sebrang. Masak mau teriak2 “Bundaaaa.. buatin alas duduk, buatin nametag, buatiin buatiin ...” yaa kagak mungkin lah yaa... Jadi aja Man Jadda Wa Jadda sendiri kala itu. :)

7. In other Moment. Acara Sharia Academic Training nya SCIEmics thn 2010 lalu, H-7 pserta baru 100an, dan target min.300 orang ... next, H-4 pemateri utama kita mengcancel krn miss komunikasi sama manajemennya, ia ga nyatet kalau kita sdh ngbooking dluan [istilahna mah] jadi aja pematerinya lari duluan ke palembang, GAGAL ..

8. Ikhtiar dan doa trus dlantunkan .. sehingga akhirnya kita dpet pmateri yg ga kalah luar biasa, seseorang yg insyaAllah akan mnjadi presiden Indo 4-8-12 tahun yg akan datang [aamiin, hehe] .. Dan you know brp pserta yg daftar waktu itu, yaitu mencapai 325 peserta. Sungguh Maha Kuasa Allah yg Menggerakkan Hati para Mahasiswa Baru kala itu.

9. Trus lg waktu mau ke Temilnas Riau Maret kemarin, uang dr kampus blm cair, dan itulah satu2nya sumber pndapatan kami [maklum, pngennya ngbantu kampus buat sedekah ke kita, hehe], kita ngirim dua tim..tp mlihat keadaan keuangan yg ga karuan serettt akhirnya trlintas pikiran di ketua KSEI kmi, "Satu saja yg berangkat" .. sediiih bgt kala itu ..

10. Lalu kita saling menguatkan. "Ayooo buang jauh2 kekhawatiran dan negative solution ... ketika sudah yakin, maka yakinlah ... dan tunggu keajaiban dariNya.. Dan kita pun nekad berangkat itu pake iuran, ada yg ngasih 300-500-1juta/lebih ... dapet deh tuh duitt, dan kita bisa berangkat dgn ga mikirin gmana ngbayar duitnya nanti... spulang dr Riau kita brusaha breng2 mmbayarnya ... dan benar, ketika berangkat uang cair, shg bisa mnggantikan uang kita2 yg kepake ...

11. Trus yang Munas FoSSEI Juli kemarin ,, perasaan was was dan deg degan selalu membayangi setiap langkah panitia, di satu sisi panitia ingin memberikan yg terbaik untuk para peserta, tapi di sisi lain Allah selalu menguji hamba yang ingin menang di jalanNya ... malam terakhir, di PKM lantai 1 [tepatnya di depan sekre kita skrang yg waktu itu masih hak orang lain, hehe ... *GodSign] tangis menangis menjadi deru di dalam hati panitia .. Yg mmbuat risa salut, kala itu tak ada kata kalah dan menyerah di dalam hati panitia, yang ada *Bagaimana caranya kita menjamu tamu dgn keistimewaan :) hutang sana hutang sini .. sampai belasan juta ... (Ga kebayang gmana bayarnya .. bakal jadi hutang 7 turunan nih mikirnya, haha)..

12. Dan berkat cintaNya ,, para panitia mencairkan amal kebaikan yg mereka lakukan sebelumnya *pada saat yg tepat* .. yg dulu lari kesana kemari nyari sponsor ga ada hasil.. naik motor ke Jakarta ke Dikti demi mencari selembar pemasukan tapi blm mmbuahkan hasil pula.. yg uda mngeluarkan ratusan bahkan jutaan untuk ngeprint proposal sponsorship tapi ga ada hasil jg... maka mereka cairkan amalan itu pas *Just In Time ... akhirnya keikhlasan itu terbayarkan, cair di sana di sini ... dan yg terakhir, Hutang ke pengurus belum lunas .. semua berupaya Danus jualan baju tak terpakai di gasibu .. dan *Just in time lagi, cair dari lembaga di Jakarta yang dulu pernah dibela2in adik2 kesana naik motor boncengan. :) Subhanallah, Kita berupaya di sini tapi cairnya di sana, Allah memang Kaya dengan Episode HikmahNya.. kalau tau bakal cair pastilah kita ga akan repot panas2 ngedanus, tapi kalau ga repot2 ngedanus kita ga akan dapet ukhuwah yg dalem. kita ga akan tau arti susahnya mencari uang. Tuh kan, malahan banyak yg kita dapatkan, ga hanya selembar dua lembar uang, tapi pelajaran kehidupan itulah yg paling mahal. Semangatt terus adik2ku.

Hikmahnya,
1. Allah itu Maha Kaya dan Pemurah.. sederhananya mah tinggal bersin aja maka uang sgudang bisa parkir di depan mata kita.. Ga usah khawatir sama janji Allah, selama itu kebaikan, maka Allah tdk akan mninggalkan kita. orang pencuri aja masih ada yg ditolong dan diselamatkan oleh Allah, pdhal jelas mencuri itu DOSA...dan di dunia timur sana hukumnya *Potong tangan, apalagi kita yg benar nglakuin itu karena Allah dan untuk Allah.

2. Terus yakin dan Positive Thinking and Feeling. Ingat, ketika kita punya mimpi dan harapan , terusss kejar tuh impian .. jangan biarkan pikiran negative merasuk meski cuman slintas dan slewat .. Ketika yg masuk adalah "Gue ga akan bisa", maka usaha akan berhenti di situ.. tapi jika "Bisa Ga Bisa Gue InsyaAllah Bisa" maka mau ga mau jalan bakalan kebuka sendiri. So, teruss yakin dan kejar trusss.... Allah itu mudah bgt ngasih jalan.
Mngulas cerita yang ke Riau, jikalau kala itu kita mutusin, yauda 1 aja yg berangkat .. yaa udah, ketutup semua sumber rezeki ,, padahal ga ada yg tau, mungkin tinggal satu tetes keringat lagi kita dapet apa yg kita inginkan, tp karena kita bilang "udahan", yaudah .... hilang ..

3. tapii enggak saat itu, kita mutusin tetep berangkat 2 tim + 1 pendamping + 1 peserta karya tulis ... maka kebukalah smua sumber rezeki .. dapet deh tuh duit, dapet deh tuh hasil dari satu tetes keringat ... :)

4. ini juga berlaku untuk setiap titik kehidupan, yakin dan yakin pada harapan kita, halau hal perihal yang mendatangkan kepesimisan, ketika terlintas sesuatu yang “kayaknya ini negative” langsung cari penangkalnya.. cari orang-orang yang positive dan banyak ngobrol sama mereka, dapetkan apa yang kamu cari yaitu sumber kePositifan.. 

So ... Yuu Mariii kita terus yakin dan saling meyakinkan bahwa Allah itu akan membersamai kita dimanapun dan kapanpun *SELAMA kita membersamaiNya pula . :) Bawa Allah disetiap langkah dan masalah, maka *Tangan Ghaib Allah akan datang pun tanpa kita minta. Bismillah :)Berbagi=Mengingatkan Diri Sendiri .. Semoga Allah selalu bersama kita .. aamiin ..

Untukmu yang Terjaga

Sabtu, 29 September 2012 0 komentar

Tiba2 aku pun ingin bercerita tentang sebuah “Keluarga Ideal” ...

Ada sebuah puisi untuk seseorang di luar sana yang insyaAllah akan Allah gerakkan hatinya untuk memilihku *Someday.

Bersama ku rengkuh dinginnya pagi ini,
Bersama pula kuhadirkan keimanan di dalam hati untuk menyampaikan rasa syukur kepada Ilahi
Mata yang masih bisa terbuka,
Mulut yang masih bisa membaca surat cintaNya,
Tangan yang masih bisa diayunkan untuk membuka lembaran cinta,
Telinga yang masih bisa mendengar lantunan ayat-ayat cintaNya,
Sungguh semuanya adalah bukti kasihNya kepada kita.

Di dalam sepi dan rindunya hati kepada sosok yang dirahasiakan,
Allah sungguh indah mendesain kehidupan,
Tak seorang pun yang tau siapa pemuda itu, pun aku.
Seorang pemuda dengan imannya datang menghampiri,
Menyatakan niat baik untuk mengikatkan untaian tali yang suci, suatu saat nanti ...

Pemuda, jika kau mengharapkan wanita yang mulia,
Maka jagalah dirimu untuknya,
Jangan kau tebarkan perhatian kepada seluruh kaum sepertiku,
Kaum yang lemah hatinya, pun kaum yang paling renta..

Aku sebagai seorang wanita,
Tak akan rela jika melihat calon pemimpinku menebarkan perhatian dan kasih sayangnya kepada setiap insan wanita..
Sebagaimana aku menjaga, aku pun ingin peroleh insan yang terjaga pula..

Hari itu,
Dimana aku akan mengenakan gaun berwarna putih,
Aku ingin saat itu pula hatiku masih terjaga dengan bersih..
Menyambut kedatanganmu dengan senyuman indah,, dan istana hati yang megah ..

Pemuda, bekali dirimu dengan ilmu,
Ilmu kemana kau akan membawaku bersamamu,
Bersama menapaki jalanan cintaNya..

Kuingin bersamamu membuka madrasah ilmu,
Madrasah ilmu untuk generasi pejuang masa depan,
Seorang anak laki-laki yang memiliki keteguhan hati,
Dan seorang anak perempuan yang memiliki wajah dan hati yang rupawan..

Kan kita bangun istana di dunia dengan cahaya rindu kepadaNya,
Kan kita amankan rumah di surga dengan rantai wahyuNya,
Bersama kita jauhi neraka,
Dan kita berjalan menapaki surga bersama dengan anak-anak tercinta..

Aamiin yaa Robbal’alamiin ...

By : Annisa El Fath ‘Nice Muslimah’

Menikah untuk Muliakan Sunnah

Rabu, 19 September 2012 0 komentar

by Mohammad Fauzil Adhim on Wednesday, June 13, 2012 at 11:48am ·

Semoga Allah Ta’ala ampuni saya.

Baguskan niat dan perbaiki terus-menerus. Selama perjalanan menuju pernikahan, tidak ada bekal yang lebih penting untuk engkau persiapkan melebihi niat dan ‘ilmu. Keduanya saling berkait. Niat akan menentukan nilai dari pernikahan yang akan engkau jalani, bahkan dari pernikahan yang mungkin tidak sempat engkau jalani karena kematian datang lebih cepat daripada pernikahan. Tetapi niatmu yang lurus dan kesediaanmu untuk berbenah mempersiapkan diri menunaikan sunnah Nabi saw. berupa menikah, akan menentukan apa yang akan engkau dapatkan dari Tuhanmu, Allah ‘Azza wa Jalla yang tiada sekutu baginya. Dan tidaklah engkau dapat menata niat dan membaguskan tujuan dengan benar kecuali dengan memahami ilmunya. Ilmu juga sangat penting bagi keberlangsungan pernikahan. Sebaik apa pun niatmu dalam menikah, engkau memerlukan ilmu untuk memasukinya, menjalani dan merawatnya.

Maka, tidak ada yang lebih mendesak untuk aku pesankan kepadamu melebihi niat dan ‘ilmu. Semakin jauh mengarungi pernikahan serta semakin banyak belajar, semakin terasa pula betapa kurangnya bekal yang ada pada diri ini sebelum memasuki pernikahan. Tampaknya sepele, tapi niat amat sering terabaikan sehingga tidak tertata dengan baik. Sangat berbeda antara apa yang kita ucapkan dengan apa yang sungguh-sungguh mendasari dan menggerakkan kita untuk menikah.

Sesungguhnya, sebaik-baik perkataan adalah kalamuLlah, yakni Al-Qur’anul Karim. Dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah Muhammad shallaLlahu ‘alaihi wa sallam. Tidalah Muhammad saw. berbicara kecuali dengan bimbingan dan pengawasan dari Allah ‘Azza wa Jalla. Sungguh, Muhammad saw. adalah manusia yang terjaga (ma’shum) sehingga tak akan bertentangan antara perintah dengan tindakannya. Tak ada perintah Allah Ta’ala yang datang kepadanya kecuali beliau shallaLlahu ‘alahi wa sallam laksanakan dengan penuh kesungguhan.

Jika engkau mengingini pernikahan yang penuh barakah, maka ikuti petunjuk manusia yang paling baik petunjuknya, yakni Muhammad Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam. Perhatikan apa yang mendatangkan barakah, apa pula yang menjadikan pernikahan sangat besar barakahnya. Mari kita ingat sabda Nabi saw., “Sebaik-baik mahar adalah yang paling mudah (ringan)." (HR. Al-Hakim).

Perhatikan olehmu: yang paling mudah maharnya. Maka sederhanakanlah olehmu mahar. Perhatikan juga sabda Nabi saw. yang menjadi penegas betapa sederhananya mahar merupakan salah satu bentuk keutamaan. Sabda Nabi saw., “Sebaik-baik pernikahan adalah yang paling mudah (maharnya).”(HR. Abu Dawud).

Hadis ini menunjukkan dengan sangat jelas kepada kita tentang keutamaan meringankan mahar. Maka janganlah engkau memberat-beratkan diri dengan perkataan sebagian orang yang berkata bahwa Nabi shallaLlahu ‘alaihi wa sallam memberikan mahar kepada isterinya dalam jumlah yang amat fantastis. Sebuah tulisan di majalah Islam yang membuat saya merasa sangat sedih bahkan dengan berani berkata bahwa Nabi saw. memberikan mahar senilai 3 milyar rupiah. Ini adalah perkataan yang dapat menyebabkan fitah syubhat dan sekaligus fitnah syahwat; dua sebab kerusakan agama yang amat serius akibatnya bagi iman.

Bersebab halusinasi bahwa Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam memberikan mahar hingga milyaran rupiah nilainya, seorang akhwat bahkan bersungut-sungut menolak bahwa Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam adalah penggembala. Padahal riwayat yang menunjukkan setiap nabi pernah menjadi penggembala adalah shahih. Mereka demikian terpukau dengan ucapan sebagian manusia yang mengatakan bahwa Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam sudah mulai menjalankan bisnis di usia 8 tahun. Padahal inilah usia ketika Muhammad shallaLlahu ‘alaihi wa sallam berpindah pengasuhan dari kakeknya, Abdul Muthalib, kepada pamannya: Abu Thalib.

Kembali ke soal nikah. Ingatlah nasehat Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, “Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam menetapkan mahar para wanita karena jika mahar itu dianggap sebagai pemuliaan di dunia atau tanda takwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala tentu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih dahulu daripada kalian untuk berbuat demikian.” (Riwayat Abu Dawud).

Ini merupakan riwayat yang shahih dan bertutur tentang apa yang seharusnya kita perhatikan saat menikah sekaligus menunjukkan bahwa Rasulullah saw. tidak pernah berlebihan dalam memberikan mahar. Syaikh Abdul Aziz Bin Abdullah bin Baaz rahimahullah berkata bahwa mahar yang diberikan oleh Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah melebihi 500 dirham. Berapakah nilainya 500 dirham itu? Ukurlah nilainya saat itu di sana (catat: di sana!), lalu takarlah menurut ukuran sekarang di sana. Syaikh Abdul Aziz Bin Abdullah bin Baaz menunjukkan dalam Fatwa-Fatwa Terkini terbitan Pustaka Darul Haq bahwa 500 dirham setara dengan lebih kurang 130 riyal. Jika dirupiahkan, lebih kurang sama dengan Rp 325.000,-.

Nah.

Maka, apakah yang menghalangi kita untuk meringankan mahar jika ini menjadi jalan kebaikan? Bukankah kita menyimak dalam sejarah dan membaca dalam riwayat bagaimana Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam menyerukan kepada kaum muslimin untuk memudahkan mahar. Ketika seorang laki-laki tak sanggup memberikan mahar dalam bentuk harta berharga, Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallambahkan bersabda, “Carilah sekalipun cincin yang terbuat dari besi" (HR. Bukhari).

Dan ketika cincin yang terbuat dari besi pun tak dapat ditemukan oleh lelaki itu, Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam menikahkan dengan mahar berupa bacaan beberapa ayat Al-Qur’an.

Semoga Allah Ta’ala limpahkan barakah kepadamu dan semoga Allah ‘Azza wa Jalla kumpulkan kebaikan engkau berdua dalam kebaikan, lalu menghimpunkan engkau bersama orangtua dan keturunanmu di sebaik-baik tempat, yakni surga, bersebab kesungguhanmu untuk melaksanakan sunnah dan keridhaanmu menjalani pernikahan yang amat sederhana. Semoga pula Allah Ta’ala ringankan jalan menuju pernikahan, dekatkan jodoh dan menyegerakan datangnya saat untuk menikah.

Lalu, apa yang harus engkau lakukan jika jodoh tak kunjung datang meski ikhtiyar tak putus-putus engkau lakukan? Bersabarlah dan kemudian bersabarlah dengan sungguh-sungguh. Apa yang Allah Ta’ala takdirkan bagimu akan terjadi, sebagaimana telah tetapnya kematian atas kita. Tidak penting kapan kita mati, yang paling penting adalah bagaimana kita mati. Atas perkara jodoh, penuhilah segala yang menjadi asbab terjadinya pernikahan yang barakah. Jika Allah Ta’ala telah tetapkan bagimu jodoh di dunia, maka kesungguhanmu dalam menetapi apa yang seharusnya engkau lakukan, semoga menjadi asbab Allah Ta’ala limpahkan kebarakahan hidup dan kebarakahan pernikahan bagimu. Adapun jika Allah ‘Azza wa Jalla telah tetapkan tidak adanya kesempatan bagimu untuk menikah, maka kesungguhanmu dalam bersiap tetaplah merupakan kebaikan yang mulia.

Baguskanlah dirimu. Perbaiki akhlakmu. Dan janganlah engkau berputus asa dari rahmat Tuhanmu. Semoga kesungguhanmu membaguskan diri menjadi asbab untuk diperjumpakannya engkau dengan orang yang amat tinggi kemuliaan agama dan akhlaknya. Ingatlah ketika Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).” (QS. An-Nuur, 24: 26).

Renungkanlah!


Melapangkan Hati Sesudah Menikah

Menata niat dan membekali diri dengan ilmu sebelum menikah benar-benar perkara yang sangat penting. Tapi bukan berarti pernikahan menjadi akhir dari keharusan untuk senantiasa berbenah dan menjaga niat. Menata hati tak mengenal kata putus, sebab pada segumpal darah inilah baik dan buruknya diri kita ditentukan. Jika hari ini kita mampu zuhud dan qana’ah, bulan depan belum tentu jika kita tidak gigih menjaga hati. Terlebih ketika berduyun-duyun manusia menyeru kita untuk kaya dan meletakkan kemuliaan pada banyaknya harta. Di antara mereka ada yang merangkai dengan kisah-kisah yang seakan sunnah untuk menguatkan seruannya.

Letak masalahnya bukan pada kekayaan, tetapi pada orientasi kita. Jika kita telah mengalami perubahan orientasi dari akhirat kepada dunia, maka terjadi pula perubahan dalam berbagai aspek kehidupan kita, termasuk bagaimana kita memandang manusia maupun penampilan. Dari sini, banyak hal bisa terjadi.

Mencairkan Amal 1

Sabtu, 15 September 2012 0 komentar


Percayakah kalian semua bahwa amal itu bisa dicairkan? Tidak hanya es batu atau hati loh yang 
bisa mencair, amal juga bisa mencair. Suerrr....

Allah dalam surat Al-Zalzalah ayat 7 sudah menyebutkan bahwa kebaikan hamba-Nya meski sekecil dzarrah pun akan dibalas oleh-Nya, dan taukah kalian dzarrah itu sekecil apa? Atom yang dibilang orang adalah sesuatu yang sangat kecil, maka dzarrah lebih kecil daripada atom. Itulah janji-Nya. Hanya saja Ia menyembunyikan kapan waktunya, bisa Ia balas semasa kita masih di dunia, ataupun ketika nanti kita sudah di akhirat. Tiada perlindungan yang Maha Luas selain perlindungan-Nya. Dan amal kita itulah yang akan menolong kita.


Ada sebuah kisah yaitu dari salah satu sahabat penulis, sebut saja namanya Rizal dan Nisa (*bukan nama sebenarnya*). Semasa masih single alias bujangan alias belum menikah, mereka adalah orang yang sangat baik, selalu ikhlas dengan apa yang mereka kerjakan. Rizal seorang guru ngaji di sebuah komplek, dia mengajari ngaji seorang anak dengan tanpa pamrih dan imbalan, dia melakukannya dengan sukarela dan yakin bahwa apa yang telah dia lakukan akan dibayar sama Allah, dan BAYARAN Allah itu jauh lebih besar daripada bayaran yang bisa diberikan oleh manusia.

Nisa, adalah seorang akhwat luar biasa lincah dengan selalu mengukir senyum indah di wajahnya. Tak pernah sedikit pun aku lihat raut wajahnya merah padam atau sendu. Dia seorang pebisnis, akhwat tangguh yang bisa membiayai sekolahnya dari hasil bisnisnya sendiri. Dia rela telat masuk kuliah selama 2 tahun demi menabung untuk biaya sekolahnya. Orangtuanya yang selalu mensupportnya, doa-doanya yang selalu meyakinkan hatinya, tiada hal lain lagi yang ia butuhkan saat itu.

Sampai tiba saatnya, Nisa sudah merasa dewasa, ia sudah memiliki penghasilan sendiri, ia sudah bisa mengelola-mengatur emosi, ia yang sudah bisa berfikir tenang dan dewasa, pun Rizal yang sudah memiliki mental dewasa, sudah memiliki penghasilan meski tak seberapa. Mereka dipertemukan oleh MR ‘Murabbi’ masing-masing di suatu tempat dengan tujuan pertemuan yang jelas, yaitu men”taaruf”kan keduanya.

Setelah berbincang-bincang sekian lama, akhirnya muncullah sebuah keputusan bahwa “jawaban” atas “taaruf”an itu akan disampaikan 3minggu setelahnya (bukan waktu yang sebenarnya).

3 minggu berlalu, muncullah sebuah jawaban pada keduanya bahwa mereka siap untuk mempertemukan kedua pihak keluarga dan melakukan khitbah atasnya. Pertemuan dua keluarga telah dilakukan, tanggal pernikahan telah ditentukan, dan kini saatnya keduanya terus tawakkal dan ikhtiar untuk persiapan pernikahan mereka.

Di dalam perjalanan menuju pelaminan itu, banyak sekali halang rintang yang mereka hadapi, mulai dari pertentangan kedua pihak orangtua yang berfikiran bahwa usia mereka masih sangat muda untuk menikah, lalu biaya menikah dan lain sebagainya.

Dan tepat pada saat muncul berbagai macam ujian itulah mereka memohon pada Allah untuk menunaikan janji-janji-Nya yaitu “mencairkan amal”, mereka memohon kepada Allah untuk dimudahkan segala urusannya dari yang terkecil hingga yang paling besar.

Lalu apakah yang terjadi? Saat Rizal mengajar ngaji di tempat ia mengajar itu, ia ditanya oleh orang tua sang anak yang dia ajarin mengaji, “Saya dengar Kamu mau menikah ya?” --- “Iya Bu”, jawab Rizal. “Bagaimana sekarang persiapannya?” --- “Masih mencari tempat rias pengantin yang murah Bu”... Lalu tanpa diduga ibu itu pun berkata, “Kebetulan saya punya salon yang bisa merias pengantin, izinkan saya untuk membantumu, anggap saja ini bayaran untuk jasamu mengajar anak saya”.. deggg,, rasanya seperti disambar geledek.. “Maha Besar Allah”.

Lalu sang akhwat tidak sengaja bertemu dengan salah satu orang penting di partai politik yang ada di Jawa Barat, “Neng, katanya mau menikah ya?” --- “Muhun Pak” (‘muhun’ artinya ‘Iya’ dalam bahasa Sunda alus) --- “Ini Bapak ada tiket menginap di Hotel Tiara (bukan nama yang sebenarnya), gunakan untuk bulan madu kalian” --- “Wahh, subhanallah.. terima kasih Pak”.. Luar Biasa bukan...


Intinya adalah, Janganlah segera menjudge Allah dengan berbagai prasangka buruk kita. Mungkin Allah tidak mengabulkan doa kita pada saat ini karena memang saat ini kita belum membutuhkan cairan amal itu, siapa tau suatu saat ketika perjuangan hidup kita berada di ujung tanduk, maka Allah segera mencairkannya untuk menyelamatkan kita.

Contoh di atas adalah contoh kisah yang dialami sahabat penulis, itu adalah kisah yang sebenarnya dengan sedikit modifikasi namun tidak mengurangi esensi.


Pesan moralnya, lakukan perbuatan baik sekecil apa yang bisa kamu lakukan, siapa tau perbuatan baik yang kecil itu dinilai besar di mata Allah sehingga itu yang akan menyelamatkanmu dari siksa api neraka, Sungguh Allah Maha Mengetahui dan kita tidak tau.

By : Nice Muslimah

Pemuda Setengah Baya

Kamis, 13 September 2012 0 komentar



Mata memandang sejauh kurang lebih 6meter ke depan dari singingan jendela kantor guru SMKN 1 Bandung yang berbalut kaca. Seseorang setengah baya mengenakan kaos warna biru dan celana dinas warna kuning memegang sebuah gunting besar pemotong rumput. Dengan 2 tangan ia angkat gunting itu dan perlahan ia gunakan untuk memotong ranting-ranting tumbuhan yang menjulang menembus permukaan daun tumbuhan itu.
Dengan gunting ia rapihkan dedaunan dan bunga tumbuhan itu, sehingga daun-daun yang menutupi tumbuhan itu bagaikan sebuah kubah masjid, melengkung begitu indahnya.
Dia kusebut setengah baya karena terlihat dari otot-otot mukanya telah menunjukkan usia yang lebih dari setengah abad. Dan kusebut ia adalah seorang 'Pemuda' karena meski otot tangannya sudah menampak di permukaan kulit tapi kekuatannya bak besi yang berbalut kulit. Gajinya ga besar, bajunya ga bagus & lusuh namun masih terlihat rapih, tapi jasanya tak semua orang bisa melakukannya.
Ia rapihkan tumbuhan bunga itu meski tak serapi sandangnya. Ia keluarkan kekuatan besarnya meski tak sebesar gajinya. Tapi apa yang ia hasilkan? Sebuah tumbuhan yang terletak di taman depan kantor guru SMKN 1 Bandung, daunnya seperti kubah, menelungkup. Warnanya hijau dan sesekali nyembul beberapa kelopak keindahan bunga berwarna merah. Tumbuhan ini menambah keindahan panorama di halaman SMKN 1 Bandung.
Dialah yang paling berjasa :
si Tukang Kebun

by : Nice Muslimah

 

 
Muslimah Negarawan © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum