• Muslimah Sholehah

    Jika wanita cantik itu ibarat bintang-bintang langit, wanita yang tahajud di sepertiga malam tentulah yang paling bersinar di gemerlapan

  • Tsukuba University

    in Tokyo.

  • Rumah Pelangi

    Kita berwarna dan dengan keimanan kita ingin mewarnai lingkaran sekitar

  • Temilnas FoSSEI 2012

    Temu Ilmiah Nasional FoSSEI di UIN Suska Riau Maret 2012. foto: di depan Aula kampus UIN Suska

  • Temilnas FoSSEI 2012

    Temu Ilmiah Nasional FoSSEI di UIN Suska Riau Maret 2012. foto: di Kerajaan Siak Riau

Tampilkan postingan dengan label kekayaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kekayaan. Tampilkan semua postingan

Mencairkan Amal 1

Sabtu, 15 September 2012 0 komentar


Percayakah kalian semua bahwa amal itu bisa dicairkan? Tidak hanya es batu atau hati loh yang 
bisa mencair, amal juga bisa mencair. Suerrr....

Allah dalam surat Al-Zalzalah ayat 7 sudah menyebutkan bahwa kebaikan hamba-Nya meski sekecil dzarrah pun akan dibalas oleh-Nya, dan taukah kalian dzarrah itu sekecil apa? Atom yang dibilang orang adalah sesuatu yang sangat kecil, maka dzarrah lebih kecil daripada atom. Itulah janji-Nya. Hanya saja Ia menyembunyikan kapan waktunya, bisa Ia balas semasa kita masih di dunia, ataupun ketika nanti kita sudah di akhirat. Tiada perlindungan yang Maha Luas selain perlindungan-Nya. Dan amal kita itulah yang akan menolong kita.


Ada sebuah kisah yaitu dari salah satu sahabat penulis, sebut saja namanya Rizal dan Nisa (*bukan nama sebenarnya*). Semasa masih single alias bujangan alias belum menikah, mereka adalah orang yang sangat baik, selalu ikhlas dengan apa yang mereka kerjakan. Rizal seorang guru ngaji di sebuah komplek, dia mengajari ngaji seorang anak dengan tanpa pamrih dan imbalan, dia melakukannya dengan sukarela dan yakin bahwa apa yang telah dia lakukan akan dibayar sama Allah, dan BAYARAN Allah itu jauh lebih besar daripada bayaran yang bisa diberikan oleh manusia.

Nisa, adalah seorang akhwat luar biasa lincah dengan selalu mengukir senyum indah di wajahnya. Tak pernah sedikit pun aku lihat raut wajahnya merah padam atau sendu. Dia seorang pebisnis, akhwat tangguh yang bisa membiayai sekolahnya dari hasil bisnisnya sendiri. Dia rela telat masuk kuliah selama 2 tahun demi menabung untuk biaya sekolahnya. Orangtuanya yang selalu mensupportnya, doa-doanya yang selalu meyakinkan hatinya, tiada hal lain lagi yang ia butuhkan saat itu.

Sampai tiba saatnya, Nisa sudah merasa dewasa, ia sudah memiliki penghasilan sendiri, ia sudah bisa mengelola-mengatur emosi, ia yang sudah bisa berfikir tenang dan dewasa, pun Rizal yang sudah memiliki mental dewasa, sudah memiliki penghasilan meski tak seberapa. Mereka dipertemukan oleh MR ‘Murabbi’ masing-masing di suatu tempat dengan tujuan pertemuan yang jelas, yaitu men”taaruf”kan keduanya.

Setelah berbincang-bincang sekian lama, akhirnya muncullah sebuah keputusan bahwa “jawaban” atas “taaruf”an itu akan disampaikan 3minggu setelahnya (bukan waktu yang sebenarnya).

3 minggu berlalu, muncullah sebuah jawaban pada keduanya bahwa mereka siap untuk mempertemukan kedua pihak keluarga dan melakukan khitbah atasnya. Pertemuan dua keluarga telah dilakukan, tanggal pernikahan telah ditentukan, dan kini saatnya keduanya terus tawakkal dan ikhtiar untuk persiapan pernikahan mereka.

Di dalam perjalanan menuju pelaminan itu, banyak sekali halang rintang yang mereka hadapi, mulai dari pertentangan kedua pihak orangtua yang berfikiran bahwa usia mereka masih sangat muda untuk menikah, lalu biaya menikah dan lain sebagainya.

Dan tepat pada saat muncul berbagai macam ujian itulah mereka memohon pada Allah untuk menunaikan janji-janji-Nya yaitu “mencairkan amal”, mereka memohon kepada Allah untuk dimudahkan segala urusannya dari yang terkecil hingga yang paling besar.

Lalu apakah yang terjadi? Saat Rizal mengajar ngaji di tempat ia mengajar itu, ia ditanya oleh orang tua sang anak yang dia ajarin mengaji, “Saya dengar Kamu mau menikah ya?” --- “Iya Bu”, jawab Rizal. “Bagaimana sekarang persiapannya?” --- “Masih mencari tempat rias pengantin yang murah Bu”... Lalu tanpa diduga ibu itu pun berkata, “Kebetulan saya punya salon yang bisa merias pengantin, izinkan saya untuk membantumu, anggap saja ini bayaran untuk jasamu mengajar anak saya”.. deggg,, rasanya seperti disambar geledek.. “Maha Besar Allah”.

Lalu sang akhwat tidak sengaja bertemu dengan salah satu orang penting di partai politik yang ada di Jawa Barat, “Neng, katanya mau menikah ya?” --- “Muhun Pak” (‘muhun’ artinya ‘Iya’ dalam bahasa Sunda alus) --- “Ini Bapak ada tiket menginap di Hotel Tiara (bukan nama yang sebenarnya), gunakan untuk bulan madu kalian” --- “Wahh, subhanallah.. terima kasih Pak”.. Luar Biasa bukan...


Intinya adalah, Janganlah segera menjudge Allah dengan berbagai prasangka buruk kita. Mungkin Allah tidak mengabulkan doa kita pada saat ini karena memang saat ini kita belum membutuhkan cairan amal itu, siapa tau suatu saat ketika perjuangan hidup kita berada di ujung tanduk, maka Allah segera mencairkannya untuk menyelamatkan kita.

Contoh di atas adalah contoh kisah yang dialami sahabat penulis, itu adalah kisah yang sebenarnya dengan sedikit modifikasi namun tidak mengurangi esensi.


Pesan moralnya, lakukan perbuatan baik sekecil apa yang bisa kamu lakukan, siapa tau perbuatan baik yang kecil itu dinilai besar di mata Allah sehingga itu yang akan menyelamatkanmu dari siksa api neraka, Sungguh Allah Maha Mengetahui dan kita tidak tau.

By : Nice Muslimah

Cerita di hari Sabtu

Minggu, 13 November 2011 0 komentar

Seperti pekan-pekan sebelumnya,, hari ini Nice Muslimah kembali berkumpul bersama keluarga barunya yaitu  Gerakan Transformasi Indonesia.. mungkin cerita tentang keluarga baru saya ini jarang saya post karena memang belum sempat menulis, namun kali ini... Nice Muslimah akan berusaha istiqomah dan konsisten dalam menulis.. melukis kata-kata di atas layar dengan huruf berbaris indah.. bermakna Luar Biasa dan mengandung perubahan baik untuk diri sendiri maupun orang lain.
Pagi itu, jadwal jam 8 pagi ada pertemuan Humanforce yang berisi pembekalan dari kang Surya, “pembekalan apa ya?” pikirku sebelum beranjak ke sana. Seperti mau perang saja harus ada pembekalan, hhehe :-) 
Aku berangkat bersama adik angkatan 2011 dari UPI, namanya Ishma. Kita berangkat tepatnya jam 8 lebih..dan sampai di kantor Humanforce (Jl. Tubagus Ismail No.5D lt.2) pada jam setengah 9 “lebih”.. sampai di sana sudah aku lihat Big Boss kami kang Surya telah menunggu, “masyaAllah” gumamku dalam hati “pagi-pagi aku sudah membuatkan pekerjaan untuk orang lain yaitu menunggu”.. dan di kantor sudah ada kang Alan yang sebelum aku berangkat kita sempat chattingan “saya mau nyuci dulu” katanya, loh..tapi kokk dia lebih dulu ya.. Luar Biasa, cukup membuatku merenung dan mengambil pelajaran..
Lalu mulai berdatangan satu per satu...
Dan akhirnya kita bisa duduk melingkar di meja bundar, aku urutkan yaa.... dari kang Surya, sebelah kirinya teh Citra Aulia, kang Dokter (alias kang Canun), Aku, Ishma, teh Uji, teh Bonchu (alias Intan), kang Makki, kang Fahmi, AR, dan kang Alan..
Pertemuan di awali dengan nonton,, Wahh..Luar Biasa... nonton My Boss My Hero.. ngakak abis lah... hanya 2 episode dari 10 episode yang sempat kami tonton..tapi makna yg bisa kami ambil sangat luar biasa..
Pertama, perjuangan seorang pemuda (Boss) yang sudah berusia 24 tahun kali yaa, hanya untuk meraih kursi Big Boss dia rela kembali sekolah SMA, dimana dia belum pernah sekolah sama sekali, menulis namanya saja butuh perjuangan dan keringat yang mengucur.. membaca saja kurang bisa apalagi menghitung. Yang ada hanya kotak-kotak gak jelas di pikiran dia. Hikmahnya, pencapaian Mimpi.. seseorang pasti memiliki cara sendiri dalam mencapai mimpi yang ia harapkan, dan aku melihat kegigihan pemuda itu dalam meraih mimpinya. Lalu aku bagaimana? Apakah usahaku sudah Luar Biasa sampai aku pantas memperoleh mimpi-mimpiku.. Hhm, wallahua’lam..
Kedua, yaitu kegigihannya dalam mendapatkan Puding.. mungkin teman-teman yang ikut bareng nonton saat itu pasti sudah tau maksudku. Demi sebuah puding ia harus rela dtendang cap sepatu oleh seorang mahasiswa juga. Demi sebuah puding ia harus belajar terbang menggunakan sayap yang berasal dari bendera sekolahnya. Demi sebuah puding ia harus mengorbankan banyak hal. Apa hikmahnya, sama seperti hikmah yang pertama.. Ia adalah seseorang dengan tekad yang kuat, tak pusing memikirkan resiko dan hasil yang akan ia capai, just Do It and action..  :)
Ketiga, yaitu mengenai kepribadian seseorang. Dia adalah anak Boss dan ditakuti banyak orang. Karakternya keras, sangar, mengerikan dan kasar. Bersambung dari hikmah kedua ketika dia menginginkan puding tersebut ia dibantu oleh seorang kawan yang cantik (tapi cowok, hhe), dia dibantu, dia disupport dan penuh dengan dukungan. Singkat cerita, sampai dia berhasil mendapatkan puding yang ia inginkan, mereka tertawa bersama dan terlihat kepuasan yang dalam dari diri pemuda tersebut. Dari situ aku bisa melihat kefeminiman pemuda tersebut (feminim bukan berarti kecewek-cewekan ya, tapi kelembutan hati dan perasaannya). Hikmahnya, kita menilai seseorang itu baik, buruk, kasar, keras, tegas, kejam dll sangat obyektif. Si pemuda bisa dikatakan kasar dan keras atau bahkan kejam jika yang menilai adalah musuh-musuhnya. Namun jika kita memandang dari sisi si sahabat yang cantik tadi, pemuda tersebut adalah pemuda yang penuh dengan semangat, harapan dan kelembutan. Itulah, sama halnya ketika kita melihat atau menilai seorang sahabat. Seseorang yang anda anggap jahat atau buruk, mungkin karena anda melihat dari sisi negatifnya. Dan alangkah baiknya ketika kita mampu melihat semua orang dari sisi positifnya sehingga penilaian kita terhadap seseorang itu juga positif. Inilah pelajaran yang bisa saya ambil dari film My Boss My Hero ini, sejauh saya menonton 2 episode :)
Lalu acara kami dilanjutkan dengan Self Potention, mengenal diri sendiri. Kita disuruh menulis pada satu lembar kertas lalu menggambar pada 2 lembar kertas (satu menggambar bebas, dan satunya menggambar makhluk hidup).. dan dari situ, potensi dan karakter kami pun dibaca oleh teh Citra Aulia. Subhanallah dan Luar Biasa, dari situ kami pun mengenal satu sama lain. Tak hanya itu, aku juga jadi tau seperti apakah diriku ini yang sebenarnya. Sempat aku menulis di twitter bahwa aku ingin keluar dan menilai diriku dari luar, dan Allah pun berkehendak. Aku dipertemukan dengan teh Citra dan dari situlah aku tau seperti apakah diriku dari orang lain :)
Acara beres jam 12 lebih,,
Hari itu, GTI akan ada perkumpulan di rumah Big Boss kita, kang Surya..di daerah Dago atas. Rencana kami berangkat jam 15.30 lebih, sedangkan acara Humanforce selesai jam 12an, “Lalu kita mau kemana?” pikir kami sejenak. Dan akhirnya kami putuskan untuk Lunch bersama terlebih dahulu, luar biasa..yang biasanya aku makan kilat dan super cepat, kali ini aku lambat karena kita makan sambil sharing. Sharing tentang Humanforce, Trainer, Pengembangan Diri, dan banyaak sekali... Luar Biasa... seberes makan, kami pun berencana menyelesaikan acara nonton kami di klinik Humanforce. Dan Luar Biasanya lagi, colokan laptop yang mau kita pake nonton hilang... hehehe,, sehingga kami pun gak jadi nonton lanjutannya. Namun, mungkin ini desain Allah sehingga acara nonton kami pun kami ubah menjadi acara sharing dan berbagi. Berbagi banyak hal, mulai dari pengalaman, curhat, dan berbagi tentang potensi masing-masing. Aku ingin jadi Trainer, Anda ingin jadi apa? Aku pandai berbicara? Anda pandai apa? “misalkan seperti itu”.. saya merasa sangat beruntung berada di tengah-tengah orang seperti mereka. 2 orang mempunyai mimpi menjadi trainer Hafidz Quran dan sekarang sedang menjalani pendidikan Hafidz Quran. Ada kang Fahmi Akbar dan Abdul Rohman yang biasa kita sebut  A-R atau Ar, mereka berdua adalah orang-orang yang Luar Biasa,, sangat amazing.. kang Fahmi dengan gaya khasnya dalam bercerita dan A-R dengan gaya khasnya ‘alim dan calm. Lalu ada teh Bonchu yang tak kalah Luar Biasa, dia gigih dan tekun dalam mimpinya.. kalau sharing sama teh Bonchu, aku lebih senang sharing tentang Munakahat dan Mahabbah karena mungkin kita memiliki kemiripan kisah. :) dan satu lagi Ishma, aku juga sangat salut dengan pribadi yang satu ini.. dia Luar Biasa, memiliki mimpi menjadi seorang trainer. Dan aku yakin, suatu saat nanti kita bisa menjadi trainer baik untuk diri sendiri maupun orang lain.
Lalu, datanglah sang Pemuda dengan wajah sangar dan ngeri.. kang Kamil. Kamil Muhammad Ryan, orang yang sangar, aneh, dan terkadang geli ketika aku melihatnya, haha :) mungkin karena aku melihat dari sisi keanehannya. Dia juga baik, dan yang paling menonjol dari sisi dia adalah sifat genitnya sama para akhwat, hehe.. siapapun itu. Hhm, satu hal yang aku ingat dari sosok dia, kata kang Augie waktu itu “pantesan group fb GTI sepi, si Kamil’nya gak ada”, hahaha :) itulah kesuksesan seorang manusia, ketika dia gak ada maka terjadi perubahan di komunitasnya, seperti itulah...
Teettt.. jam menunjukkan pukul 15 lebih, dan teh Lia (salah satu rekan kami) sudah menunggu di Syabab FoodCourt.
Kita pun menuju ke bawah dan langsung berangkat ke kediaman kang Surya di Dago. Aku boncengan sama Ishma. Sesampai di sana, wah...ada adik luchu..putri kang Surya, Kania Annisa Kresnanda. Bayi mungil, luchu, ngegemesin dah.. keinginan yang kuat saat itu adalah menggendongnya, dan akhirnyaa inilah kali pertama aku berani menggendong seorang bayi dengan tanganku sendiri. Terbesit dalam pikiranku “Jadi pengen cepet-cepet.. hehehe”
Pasti rasanya sangat Luar Biasa ketika kita baru memiliki mainan kecil nan mungil, kesepian dan keheningan malam akan terwarnai oleh tangisan bayi, bayi yang akan mengantarkan kita (calon orang tua) menuju surga-Nya. Dan inilah bagian dari episode kehidupan. Yapp, episode kehidupan..yang aku rasakan, akan ada beberapa hal yang membuat episode kehidupan kita berubah drastis. Yaitu ketika kita menikah, maka kita akan memutuskan masa depan baik dunia maupun akhirat. Lalu ketika kita memiliki anak, otomatis kehidupan kita berubah yaitu bertambah satu orang yang berharga Luar Biasa dalam hidup kita. Dan yang terakhir kematian, maka kita akan kehilangan seseorang yang Luar Biasa dalam hidup, dan ini artinya episode kehidupan kita pun berubah.
Yap,, GTI malam minggu waktu itu diisi oleh pembahasan Proposal Hidup dari salah satu orang diantara kami dan akan bergiliran nantinya. Malam itu adalah malamnya kang Augie Reyandha Guliano, salah satu sahabat kami yang memiliki ciri khas dan keunikan Luar Biasa. Dia memiliki mimpi yang luar biasa seperti aku, namun bedanya mimpi kang Augie sudah sangat tersistematis dan jelas arahnya kemana. Mantap kan?? Hhm, saya banyak belajar dari beliau. Banyak sekali,, dan Bismillah...semoga mimpi-mimpi beliau bisa menjadi kenyataan dan ini artinya Kita GTI akan menjadi komunitas yang Luar Biasa karena mayoritas mimpinya adalah membawa kita bersama dalam kesuksesan dan keLuarBiasaan :)
Panjanggg lebar kami berbagi dan bercerita,, dan akhirnya sampailah kami di penghujung acara. penutup acara diisi oleh sang Big Boss yaitu belajar makna dari satu kata KOMITMEN. Begini ceritanya, “seorang sahabat Big Boss kami (entah ikhwan atau akhwat, saya lupa, hehe.. Hhm, sebut saja Ikhwan ya ^^). Teman kang Surya “ikhwan” telah berkomitmen untuk menikahi seorang “akhwat” dalam waktu 2 tahun. Dalam menuju tahap 2 tahun ini mereka saling menghubungi, smsan, telfon-telfonan, bahkan ketemuan. Meski gak ada ikatan pacaran. Lalu dengan berjalannya waktu dan berjalannya komunikasi intensif diatara mereka, akhirnya si Ikhwan tau kekurangan-kekurangan yang dimiliki si akhwat, Ooh..ternyata dia begini toh.. begitu toh.. Ooo.. dan permasalahan berujung pada sebuah kejadian ketika si Ikhwan melihat akhwat lain yang memiliki kelebihan lebih daripada si akhwat pertama. Lalu ikhwan itu pun berpaling dan gagal lah pernikahan mereka. Besar pelajaran yang bisa kita ambil dari kejadian tersebut,
Pertama, KOMITMEN itu bukan masalah suka atau tidak suka, enak atau tidak enak dan sebagainya.. misalkan gini, di awal mereka sudah komitmen, lalu di tengah-tengah terjadi ketidakenakan, lalu apakah mereka harus menghancurkan komitmen yang mereka buat? Apakah dia menjamin akhwat kedua yang ia temui tidak memiliki kekurangan? Semua manusia pasti memiliki kekurangan, dan jadikanlah kekurangan pasangan/calon pasangan kita sebagai kelebihan kita untuk menjadi pelengkap kekurangannya. Anda berpaling, lalu bisakah anda menjamin seseorang yang baru itu lebih baik?? Hhh, pertanyaan luar biasa.. Jadi, entah enak atau tidak enak, suka atau tidak suka,, maka kitalah yang bisa membolak-balik perasaan kita sendiri :)
Kedua, jangan asal KOMITMEN. Sebelum berkomitmen harusnya kita mengukur terlebih dahulu apakah kita mampu melaksanakan komitmen yang kita buat? Ataukah kita berkomitmen lalu kita sendiri yang akan menghancurkannya?? Itu sama halnya dengan Anda bunuh diri dan tidak menghargai diri anda sendiri. :)
(ceritanya pas banget dengan masa “kami” (anak-anak GTI), yaitu masa pencarian dan menunggu “couple”nya)
Luar Biasa,, sepanjang perjalanan pulang aku pun merenung “Adakah aku berkomitmen dengan seseorang? Entah berkomitmen dalam hal organisasi, persahabatan atau yang lebih sensitif yaitu PERNIKAHAN.? Aku pun terdiam, banyak berpikir, dan mengingat. “Adakah?” dan itu yang masih menjadi PR ingatanku untuk terus mengingat. Mungkin komitmen tidak dalam ucapan,, tapi komitmen yang disampaikan secara tidak langsung, nah..itu yang aku khawatirkan.
Tapi kembali lagi, aku percaya pada Allah..  Aku percaya bahwa Ia adalah sebaik-baik Maha Terbaik :)
Ya Allah, kirimkan seorang Adam yang berkepribadian seperti Rasulullah dan jadikan aku Siti Khadijahnya.. yang senantiasa menemani, melindungi dan menentramkan hatinya. Seorang pemuda setegas Umar bin Khattab, sebijaksana Ali bin Abi Thalib, sedermawan Ustman bin Affan dan sesetia Abu Bakar Ash-Shiddiq. Pantaskan aku untuknya dan eratkan tangannya untuk menggenggam tanganku, supaya kami bisa bersama-sama Touring di dalam Jannah-Mu, Aamiin.

NABI SULAIMAN DAN SEMUT

Minggu, 16 Januari 2011 0 komentar

by Tauladan dari Rasulullah SAW dan para Sahabat on Monday, January 17, 2011 at 8:18am
Sulaiman bin Daud adalah satu-satunya Nabi yang memperoleh keistimewaan dari Allah SWT sehingga bisa memahami bahasa binatang. Dia bisa bicara dengan burung Hud Hud dan juga boleh memahami bahasa semut. Dalam Al-Quran surah An Naml, ayat 18-26 adalah contoh dari sebahagian ayat yang menceritakan akan keistimewaan Nabi yang sangat kaya raya ini. Firman Allah,  Dan Sulaiman telah mewarisi Daud dan dia berkata,  hai manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu karunia yang nyata.  

Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung, lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan) sehingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut,  hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari. 

Maka Nabi Sulaiman tersenyum dengan tertawa kerana mendengar perkataan semut itu. Katanya,  Ya Rabbi, limpahkan kepadaku karunia  untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku; karuniakan padaku hingga boleh mengerjakan amal soleh yang Engkau ridhai; dan masukkan aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hambaMu yang soleh.   (An-Naml: 16-19)     

Menurut sejumlah riwayat, pernah suatu hari Nabi Sulaiman as bertanya kepada seekor semut,  Wahai semut! Berapa banyak engkau perolehi rezeki dari Allah dalam waktu satu tahun?   Sebesar biji gandum,  jawabnya.    

Kemudian, Nabi Sulaiman memberi semut sebiji gandum lalu memeliharanya dalam sebuah botol. Setelah genap satu tahun, Sulaiman membuka botol untuk melihat nasib si semut. Namun, didapatinya si semut hanya memakan sebahagian biji gandum itu.  Mengapa engkau hanya memakan sebahagian dan tidak menghabiskannya?  tanya Nabi Sulaiman.  Dahulu aku bertawakal dan pasrah diri kepada Allah,  jawab si semut.  Dengan tawakal kepada-Nya aku yakin bahawa Dia tidak akan melupakanku. Ketika aku berpasrah kepadamu, aku tidak yakin apakah engkau akan ingat kepadaku pada tahun berikutnya sehingga boleh memperoleh sebiji gandum lagi atau engkau akan lupa kepadaku. Kerana itu, aku harus tinggalkan sebahagian sebagai bekal tahun berikutnya.     

Nabi Sulaiman, walaupun ia sangat kaya raya, namun kekayaannya adalah nisbi dan terbatas. Yang Maha Kaya secara mutlak hanyalah Allah SWT semata-mata. Nabi Sulaiman, meskipun sangat baik dan kasih, namun yang Maha Baik dan Maha Kasih dari seluruh pengasih hanyalah Allah SWT semata. Dalam diri Nabi Sulaiman tersimpan sifat terbatas dan kenisbian yang tidak dapat dipisahkan; sementara dalam Zat Allah sifat mutlak dan absolut.      

Bagaimanapun kayanya Nabi Sulaiman, dia tetap manusia biasa yang tidak boleh sepenuhnya dijadikan tempat bergantung. Bagaimana kasihnya Nabi Sulaiman, dia adalah manusia biasa yang menyimpan kedaifan-kedaifannya tersendiri. Hal itu diketahui oleh semut Nabi Sulaiman. Kerana itu, dia masih tidak percaya kepada janji Nabi Sulaiman ke atasnya. Bukan kerana khuatir Nabi Sulaiman akan ingkar janji, namun khuatir Nabi Sulaiman tidak mampu memenuhinya lantaran sifat manusiawinya. Tawakal atau berpasrah diri bulat-bulat hanyalah kepada Allah SWT semata, bukan kepada manusia.

Antara Kekayaan, Kesuksesan &Cinta: Pilih Mana

Rabu, 24 November 2010 0 komentar

9 July 2010
Ilustrasi
Suatu ketika di siang hari, saat seorang wanita muslimah yang kembali pulang ke rumah, dia melihat 3 orang pria berjanggut. Mereka duduk-duduk di halaman depan  rumah. Sedangkan di wajah mereka tergambar rasa letih dan lapar.
“Permisi, aku tidak mengenal kalian, tapi aku yakin kalian semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, Alhamdulillah aku punya sesuatu sekedar untuk menganjal perut.” Sapa wanita itu kepada mereka.
“Apakah suamimu sudah pulang?” Salah satu pria berjanggut itu malah balik bertanya. “Belum, dia sedang keluar.” Jawab wanita itu.
“Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suami mu kembali.” Sahut pria itu lagi.
Senja pun tiba. Si suami  sudah tiba di rumah dan mereka sekeluarga berkumpul. Lalu, si isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya tertegun, lalu dia berkata pada istrinya.
“Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini.”
Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka semua untuk masuk ke dalam.
“Terima kasih, tapi maaf, kami semua tak biasa masuk bersama-sama”, kata pria itu hampir bersamaan.
”Lho, kenapa?” tanya wanita itu karena merasa heran.
Salah seorang pria itu berkata, “Nama dia Kekayaan,”katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, dan “sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama Cinta.
Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu. Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar.
Suaminya pun merasa heran.
“Wah… menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kesuksesan masuk ke dalam. Aku ingin hidup dengan penuh kesuksesan. Dia bisa membantu keberhasilan panen gandum kita.” Kata suami.  Namun, Istrinya tak setuju dengan pilihan itu.
Ia bertanya, “sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kekayaan saja? Sebab sepertinya rumah kita perlu di isi dengan harta dan kemewahan.“ selasang isteri.
Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Dia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah.
“Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Cinta.”
Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka.
“Baiklah, ajak masuk si Cinta ini ke dalam. Dan malam ini, Si Cinta menjadi teman santap malam kita.” Seru sang suami kemudian.
Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. “Siapa di antara kalian yang bernama Cinta? Ayo, silahkan masuk, anda menjadi tamu kami malam ini.
Si Cinta bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho..ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan.
“Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?” Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan.
“Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar.”
Namun, karena Anda mengundang si Cinta, maka, kemana pun Cinta pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami buta. Dan hanya si Cinta yang bisa melihat. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan.
Cinta  Adalah Fitrah
Cerita ilustratif ini saya kembali sajikan di majlis ini, tidak lain karena kita sering salah kaprah memaknai tujuan hidup. Cerita tadi menampilkan di mana ada Cinta, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus.
Sayangnya, kalangan muda saat ini sering salah memaknai cinta. Ia banyak ditafsirkan dengan asmara pria-wanita saja. Penggunakan kata “jatuh” (fall in) dalam cinta tidak dapat dipungkiri telah turut serta mencetak pola perilaku yang “jatuh”, “rendah” atau “hina”pula.  Kebohongan, kesombongan, dan keserakahan lalu menjadi hiasan. Bahkan, ada praktik “kumpul kebo” demi alasan cinta (na’udzu billah).
Karena cinta dimaknai jatuh, maka mereka yang sudah mencintai, seakan tak berdaya. Yang pandai berperilaku bodoh, yang kuat berperilaku lemah. Benarkah cinta itu demikian? Kita tentu harus menjawab, “TIDAK!”
Karena cinta, harusnya manusia itu malah bangkit. Yang lemah lalu menjadi kuat. Yang bodoh lalu menjadi pintar. Bukan malah sebaliknya. Jika kalian merasakan sebaliknya, maka berhati-hatilah. Karena itu bisa jadi adalah jeratan nafsu. Sebab, nafsu itu selalu menjerumuskan manusia pada kelemahan, kebodohan dan kehinaan.
Firman Allah dalam surat Yusuf : 53:
53. dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.
Ayat di atas, begitu tegas menyebut kalau nafsu selalu menjerumuskan manusia pada kejahatan. Kecuali nafsu yang dirahmati oleh Allah swt.  Di antaranya seperti nafsu makan dan minum, dsb.
Cinta yang diterjemahkan sebagai pemuasan nafsu semata justru mengingkari makna cinta itu sendiri. Karena cinta itu adalah rahmat Allah swt sebagai fitrah. Jadi, jika merasakan cinta, seketika harus kembali kepada fitrah. Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan fitrah di sini? Coba perhatikan firman Allah swt QS. Arrum: 30 berikut ini.
30. Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
Fitrah Allah di sini maksudnya ciptaan Allah. Manusia diciptakan Allah bersamaan dengan anugrah naluri beragama Yaitu agama tauhid. Dengan kata lain,  kalau ada manusia tidak beragama tauhid, atau bahkan berperilaku bagai orang tak beragama, maka hal itu di luar kewajaran. Karena itu, di samping dimaknai sebagai penciptaan, fitrah juga dimaknai dengan aturan Allah atau agama-Nya.
Maka, pastaslah Syekh al-Zarnuji memberikan tips sukses menutut ilmu, yaitu harus niat mencari ridha Allah swt agar manusia tidak keluar dari fitrah. Demi fitrah ini pula,  murid hendaknya mencintai ilmu, hormat kepada guru, keluarganya, sesama penuntut ilmu lainnya, sayang kepada kitab dan menjaganya dengan baik, bersungguh-sungguh dalam belajar dengan memanfaatkan waktu yang ada, ajeg dan ulet dalam menuntut ilmu serta mempunyai cita-cita tinggi dalam mengejar ilmu pengetahuan (Kitab Ta’lim Muta’allim, 25-26)
Bagaimana kita bisa merasakan cinta itu sebagai fitrah? Caranya, jalanilah cinta itu demi Allah swt. Artinya, bila kalian merasakan cinta maka syukuri cinta itu, rawatlah baik-baik, dan ungkapkanlah dalam niat, perilaku dan sikap sesuai dengan apa yang telah digariskan Allah. Jika mencinta sesuai karena Allah, maka yang akan membimbing kalian adalah Allah swt sendiri.
Sebagai contoh, jika kalian menintai orang tua kalian, maka hormati, berbakti dan berdoalah untuk orang kalian, Karena semua hal itu adalah ketentuan Allah. Jika kalian mencintai teman kalian, maka hormatilah yang besar dan sayangilah yang lebih kecil, karena itu juga ketentuan Allah. Jika kalian mencinta ilmu, maka pelajarilah ilmu itu dengan penuh kesabaran dan hindari kesombongan agar ilmu yang diperoleh manfaat. Jika kalian mencintai lawan jenis, maka tundukkanlah pandangan, janganlah berkhalwat dan  berperilaku mendekati zina sampai kalian tiba pada saatnya menjadi halal setelah akad nikah dilakukan. Demikian seterusnya.
Karena itu, mari kita jaga diri kita dengan cinta yang fitri itu, yaitu cinta demi Allah. Menjalankan apa yang diperintahkan-Nya dengan penuh suka cita dan penuh harap, serta menjauhi apa yang dilarang-Nya dengan penuh kerelaan.
Cinta yang seperti inilah yang akan menuntun kalian pada kehidupan yang mulia, karena kesuksesan atau kekayaan akan menyertai. Namun, jika kalian hidup hanya niat demi mengejar kesuksesan dan kekayaan semata, maka kehidupan penuh cinta yang damai dan harmonis karena di bawah lindungan Allah tidak akan menyertai kalian. Banyak orang sukses, tetapi dia juga banyak musuh. Banyak orang kaya, tetapi mereka tak mampu menikmati kekayaannya.
Sekarang, kalian pilih yang mana?

 
Muslimah Negarawan © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum