• Muslimah Sholehah

    Jika wanita cantik itu ibarat bintang-bintang langit, wanita yang tahajud di sepertiga malam tentulah yang paling bersinar di gemerlapan

  • Tsukuba University

    in Tokyo.

  • Rumah Pelangi

    Kita berwarna dan dengan keimanan kita ingin mewarnai lingkaran sekitar

  • Temilnas FoSSEI 2012

    Temu Ilmiah Nasional FoSSEI di UIN Suska Riau Maret 2012. foto: di depan Aula kampus UIN Suska

  • Temilnas FoSSEI 2012

    Temu Ilmiah Nasional FoSSEI di UIN Suska Riau Maret 2012. foto: di Kerajaan Siak Riau

Tampilkan postingan dengan label kesabaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesabaran. Tampilkan semua postingan

Muslimah Cerdas Menjaga Islam dan Kecantikan part II

Selasa, 13 November 2012 4 komentar






























“Dunia tidak lain adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah Wanita Shalihah."
“Istri Sholehah adalah calon Bidadari Surga”
“Wanita adalah Tiang Negara”
Diperingatinya “Hari Ibu” tidak ada hari Bapak
Diperingatinya kelahiran “Ibu Kartini” tidak ada untuk pejuang laki-laki
Indonesia di sebut sebagai tanah “Ibu Pertiwi” bukan bapak Pertiwi
Pemimpin di kabupaten “Bu pati” bukan pak Pati

Begitu istimewa seorang wanita sehingga karakternya bisa mewakili identitas sebuah negara. Begitu Islam mengistimewakannya sehingga tak ada izin sehelai rambutnya pun yang boleh terlihat oleh mata para kaum adam non-muhrim.

Disamping itu pula, Muslimah juga merupakan makhluk yang sangatt spesial .. kenapa aku bisa menyebutnya sangat spesial, ya iyalaaahhh....untuk memperindah diri saja, tak jarang orang itu rela mengeluarkan ratusan bahkan jutaan dari kocek mereka. Makanya pula di luar sana banyak sekali tempat-tempat usaha yang menawarkan berbagai jenis jasa untuk *Memoles para kaum hawa. Salon-salon berdiri di pinggir jalan, berbaris rapih bak sedang melakukan PBB alias Pasukan Baris Berbaris.

Sebenarnya jika mau yaaa, mereka tak perlu mengeluarkan uang ratusan bahkan jutaan untuk mempercantik fisik, buat apa cantik fisik jika hatinya tak cantik. Nah, sudah dapet cluenya? YAP, BENAR ... untuk mempercantik fisik, kita harus cantik secara hati terlebih dahulu. insyaAllah jika hati sudah cantik maka fisik pun akan ikut cantik :)

Yuu Mariii kita simak berikut ini, bagaimana Islam itu cantik dan menyukai kecantikan.

Islam dan Kecantikan Muslimah
1. Menjaga sholat fardhu >> Sholat fardhu: Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Shubuh. Menurut kesehatan ini sangat baik untuk peregangan otot badan kita. Yang seharian duduk manis di kelas kuliah, saatnya sholat langsung sholat, coba perhatikan, saat sholat kita menggerakkan seluruh anggota badan, mulai dari ruku’ menggerakkan kepala, tangan dan setengah badan bagian atas, hingga sujud menggerakkan seluruh anggota badan baik kepala, tangan, badan pun kaki. Syaratnya satu, sholatnya memang benar-benar sholat, bukan sholat *abal-abal :)

2. Sholat tahajud >> orang yang melakukan sholat tahajud akan memancarkan cahaya keimanan dari wajahnya, coba perhatikan orang-orang di sekitarmu yang ahli tahajud, meski mereka tidak pernah perawatan ke salon, kok perawatan ke salon, pake bedak sendiri saja jarang, namun mereka akan tetap kelihatan bercahaya. Cahaya itulah yang menimbulkan wajah jadi terlihat berseri-seri. Cahaya itu akan membuat orang lain merasa nyaman dan senang memandang wajahnya, subhanallah. Dalam ilmu kesehatan pun ini sangat baik, tahajud dilakukan sepertiga malam terakhir, dan udara serta air pada pagi-pagi itu sangat baik untuk regenerasi kulit. Sel-sel kulit mati akan hilang bersama aliran air yang mengaliri bagian tubuh untuk berwudhu. Tuh kan, Allah itu menganjurkan sesuatu ke umatNya tidak salah dan tidak lain pasti ada hikmah/pelajaran yang bisa diambil :)

3. Menjaga Wudhu >> menjaga wudhu, wudhu adalah salah satu syarat sah sholat namun alangkah baiknya jika wudhu itu tidak hanya saat akan sholat saja. Bahkan salah satu jalan pembuka pipa rezeki itu adalah menjaga wudhu. Menjaga wudhu artinya menjaga dari hal-hal yang menyebabkan batalnya wudhu. Mohon maaf, apakah itu artinya tidak boleh buang angin? BUKAN. Boleh-boleh saja, malahan kalau tidak dikeluarkan bisa timbul penyakit, tapi setelah kita tau kita sudah batal maka disegerakan untuk mengambil wudhu kembali. Seseorang yang menjaga wudhu maka wajah dan seluruh tubuh yang terkena air wudhu akan bersinar, wallahua’lam sinar itu keluar dari mana [hehe], tapi seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa menurut kesehatan, ketika kita menyiramkan air di bagian tubuh kita maka sel-sel mati yang ada di bagian tubuh tersebut akan hilang bersama air yang mengalir.

4. Membuka wajah dan telapak tangan, “menutup yang lainnya” >> Islam sungguh Indah dengan segala aturan-aturannya. Seorang wanita memiliki tingkat keamanan yang sangat tinggi mulai dari keamanan menjaga hati sampai keamanan menjaga jasmani. Rambut, kenapa Islam mewajibkan seorang wanita menutup rambutnya? Ini merupakan perintah yang saklak dan tidak bisa diganggu gugat, namun kita bisa melihat dari sisi kesehatan rambut. Coba bayangkan rambut yang diurai dan dikibaskan kemana-mana, lalu ada hewan angkasa yang terbang dan mengeluarkan (maaf) kotoran di atas rambut kita, gimana rasanya? Nah, kalau berkerudung yang kena kotoran burung tadi adalah kerudung kita, rambut aman. Lagi jika kita berjalan di jalanan berdebu, kalau rambut dibebaskan berkeliaran kemana-mana maka bisa jadi debu-debu membuat rambut bercabang dan rusak. Kalau pakai kerudung, aman kan? Lalu alasan apa lagi yang membuatmu tidak menutup mahkota wanita itu ;) 

Oke, kita cukupkan dulu pembahasan tips mengenai Menjaga Kecantikan Muslimah .. inshaAllah akan berlanjut di sesii “Muslimah Cerdas Menjaga Islam dan Kecantikan part II"
Semoga bermanfaat, Berbagi = Mengingatkan Diri Sendiri ^^

by : Annisa El-Fath "Nice Muslimah"


Bismillahirrahmanirrahiim ..
Maha Besar Allah yang menciptakan rahiim pada wanita sehingga tampillah ia sebagai seorang hamba yang penuh kasih sayang. (*rahiim berati Penyayang)

Maha Besar Allah yang menciptakan kehidupan di dalam dirinya sehingga lahirlah para generasi pejuang agama dan calon penghuni surga.

Maha Besar Allah yang menciptakan seorang wanita dengan satu hati sehingga kasih sayang yang ia berikan penuh tak terbagi.

Ya Rahiim ... Kau yang menghantarkan wanita legam dari benua tua bernama Afrika sampai ia terdampar ke sebuah lembah bernama Baqa bersama buah hatinya, padang pasir yang panas di antara 2 bukit yang berdzikir dalam diam tegar dan hamparan penuh kasih. Ia menjadi saksi bisu derai air mata dan jejak-jejak lembut wanita legam tersebut. Ia jejakkan kakinya hilir mudik di antara 2 bukit yang kita kenal shafa dan marwa sebanyak 7 kali untuk peroleh sebuah rahmah Allah yang tercurah pada kucuran air. Dalam takung di sela ibadah, air menjunam mengikuti sunatullah. Sungguh anggukan Bunda adalah kunci bahasa yang memandunya memahami makna semesta, sebuah makna yang dititipkan Allah kepada semua makhluk-Nya. Dan anggukan itu pula pertanda, sebuah prosesi pembuka serangkai cinta yang tiada bertepi. Tak peduli betapa legamnya kulitnya karena terbakar sinar sang surya, tampillah ia sebagai seorang wanita cantik di hadapan Allah dan penduduk semesta, ialah seorang wanita ahli surga Siti Hajar.

Muslimah, sungguh tiada keraguan dari Allah untuk setiap perintahNya telah mengandung kebaikan. Telah kita ulas pada Notes sebelumnya "Muslimah Cerdas Menjaga Islam dan Kecantikan”>> http://risaimroatussholihah.blogspot.com/2012/11/muslimah-cerdas-menjaga-islam-dan.html bahwa ibadah-ibadah yang Ia perintahkan memberikan kecantikan hati yang luar biasa. Sekarang kita akan melanjutkan, betapa Islam itu cantik dan menyukai kecantikan.

 1.       Cantik dengan Shaum
Shaum atau puasa, baik itu yang wajib (shaum Ramadhan) maupun yang sunnah yang dapat kita kerjakan pada waktu-waktu tertentu yang dicontohkan oleh Pangeran Islam Muhammad SAW (Senin-Kamis, ayamul bidh “pertengahan bulan Islam”, puasa Dawud, puasa Syawal dan puasa Arafah) merupakan ibadah pelatihan keseimbangan diri. Shaum mengajarkan kepada kita arti mengendalikan kebutuhan dasar sebagai manusia yaitu makan. Rasa lapar yang berasal dari perut dapat menjadi motivasi utama yang mendasari setiap gerak dalam hidup. Puasa bisa melatih dan mengendalikan motivasi dasar ini agar tampil proporsional dan optimal dalam kehidupan.

Shaum juga bisa memaksimalkan jam biologis tubuh kita. Tubuh kita memerlukan waktu khusus untuk beristirahat. Pada saat Ramadhan, tidur setelah shalat Taraweh dan bangun pada sepertiga malam terakhir adalah waktu istirahat yang paling sesuai dengan peningkatan kadar hormon otak. Istirahat yang optimal akan berdampak pada kinerja perbaikan sistem tubuh dan bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas tubuh pada hari esoknya.

Selain itu, shaum juga melatih hati menjadi lembut dan penuh empati. Kelembutan hati tumbuh seiring dengan meningkatnya kepekaan perasaan. Secara biologis kelembutan hati dan kepekaan perasaan diatur oleh hormon otak yang bernama serotonin, endorfin dan preopioid melanokortin. Ketiga hormon otak tersebut secara bersama-sama akan mendominasi kinerja otak melalui latihan kesabaran dan rasa empati terhadap penderitaan orang lain seperti yang kita rasakan saat puasa.

2.       Cantik dengan Zakat dan Sedekah
Berbagi dengan zakat dan sedekah sangat penting untuk membangun dan menciptakan kecantikan psikologis. Kenapa? Karena dengan zakat dan sedekah maka akan mengikis rasa kepemilikan yang berlebihan. Dalam sebuah terminologi, stres skala tertinggi itu diakibatkan oleh rasa kehilangan. Misalkan kehilangan ayah-bunda, anak, suami, sahabat atau apapun yang sangat berharga dalam hidupnya. Itulah kenapa seorang wanita sebaiknya senang berzakat dan bersedekah, karena dengan itu akan mengurangi rasa kepemilikan yang berlebihan terhadap suatu hal. Stres yang berlebihan dan berkepanjangan itu bisa mengakibatkan Depresi. Sehingga saling berbagi, saling menyayangi, dan saling mengingatkan bukan saja akan mengurangi kecemasan dan kemungkinan depresi, melainkan juga akan menghadirkan kebahagiaan dan hangatnya cinta di benak kita.

3.       Cantik dengan Berilmu
Allah akan meninggikan derajat orang yang beriman dan berilmu, itulah janji Allah. Seorang wanita yang berilmu, maka setiap ucapannya adalah ilmu, setiap langkahnya untuk ke majelis ilmu, setiap tatapannya mengandung ilmu, dan setiap apa yang ia kerjakan di situ akan menghadirkan sebuah ilmu. Sungguh indah wanita berilmu, ia menjadi sumber pendidikan oleh lingkungannya. Ia ciptakan madrasah ilmu di dalam keluarganya. Setiap ada sebuah permasalahan, ia mampu menghadirkan solusi berdasarkan ilmu yang ia peroleh. Ia giat kesana-kemari, ia merasa setiap yang ia lakukan tidak ada yang sia-sia karena semuanya mengandung hikmah dan pelajaran. Wanita berilmu cenderung menghindari kesia-siaan. Sesuai aturan dalam islam “Hindarilah kesia-siaan bagimu”.

4.       Cantik dengan Mengingat Surat Cinta Sang Kekasih
Allah telah membekali manusia dengan surat cintaNya, Ia berharap setiap apa-apa yang dilakukan manusia sesuai dengan apa yang Ia perintahkan di dalam surat cintaNya. Syair-syair indah di dalamnya membawa ketenangan hati dan ketentraman jiwa. Ia sungguh indah dengan kecantikan Alquran. Alangkah mulia jika seorang wanita mampu mengingat surat cinta dari Kekasihnya itu, ayat demi ayat sering ia lantunkan di setiap detik perjalanan kehidupan. Langkahnya adalah Alquran, dan ucapannya adalah Alquran. Alquran telah melekat di sapuan matanya, indahnya tutur kata dan setiap pijakan kakinya.

Sungguh indah wanita itu, dan Ia ciptakan dengan sempurna. Oleh karenanya, ukhtiii...jaga kesempurnaan itu, jadilah indah bersamanya. :)
Hmm... berdasarkan buku yang saya baca (aceilee...kaya di sinetron kepompong yak), hehe.. Dari buku “DNA Cantik” karya Tauhid Nur Azhar, saya menemukan keluarbiasaan yang lain yang dimiliki oleh seorang wanita. Buku ini membuka cakrawala saya untuk bisa membuat wanita menjadi pribadi yang cantik luar dan batin. Kecantikan fisik bisa memudar, tetapi kecantikan batin akan terus bersinar. Orang yang sabar, ikhlas, ahli sedekah, dan berhati lembut tentu memiliki DNA yang berbeda dengan aktivitas si pemarah yang agresif dan destruktif. Perbedaan itu merupakan hasil dari sebuah proses pembelajaran DNA yang panjang. Dan buku ini mengajarkan kepada saya untuk semakin sering dan rutin menyekolahkan DNA kita...
Semoga Bermanfaat .. Berbagi = Mengingatkan Diri Sendiri :)

by : Annisa El-Fath "Nice Muslimah"

Muslimah Cerdas Menjaga Islam dan Kecantikan Part I

0 komentar


























“Dunia tidak lain adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah Wanita Shalihah."
“Istri Sholehah adalah calon Bidadari Surga”
“Wanita adalah Tiang Negara”
Diperingatinya “Hari Ibu” tidak ada hari Bapak
Diperingatinya kelahiran “Ibu Kartini” tidak ada untuk pejuang laki-laki
Indonesia di sebut sebagai tanah “Ibu Pertiwi” bukan bapak Pertiwi
Pemimpin di kabupaten “Bu pati” bukan pak Pati

Begitu istimewa seorang wanita sehingga karakternya bisa mewakili identitas sebuah negara. Begitu Islam mengistimewakannya sehingga tak ada izin sehelai rambutnya pun yang boleh terlihat oleh mata para kaum adam non-muhrim.

Disamping itu pula, Muslimah juga merupakan makhluk yang sangatt spesial .. kenapa aku bisa menyebutnya sangat spesial, ya iyalaaahhh....untuk memperindah diri saja, tak jarang orang itu rela mengeluarkan ratusan bahkan jutaan dari kocek mereka. Makanya pula di luar sana banyak sekali tempat-tempat usaha yang menawarkan berbagai jenis jasa untuk *Memoles para kaum hawa. Salon-salon berdiri di pinggir jalan, berbaris rapih bak sedang melakukan PBB alias Pasukan Baris Berbaris.

Sebenarnya jika mau yaaa, mereka tak perlu mengeluarkan uang ratusan bahkan jutaan untuk mempercantik fisik, buat apa cantik fisik jika hatinya tak cantik. Nah, sudah dapet cluenya? YAP, BENAR ... untuk mempercantik fisik, kita harus cantik secara hati terlebih dahulu. insyaAllah jika hati sudah cantik maka fisik pun akan ikut cantik :)

Yuu Mariii kita simak berikut ini, bagaimana Islam itu cantik dan menyukai kecantikan.

Islam dan Kecantikan Muslimah
1. Menjaga sholat fardhu >> Sholat fardhu: Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Shubuh. Menurut kesehatan ini sangat baik untuk peregangan otot badan kita. Yang seharian duduk manis di kelas kuliah, saatnya sholat langsung sholat, coba perhatikan, saat sholat kita menggerakkan seluruh anggota badan, mulai dari ruku’ menggerakkan kepala, tangan dan setengah badan bagian atas, hingga sujud menggerakkan seluruh anggota badan baik kepala, tangan, badan pun kaki. Syaratnya satu, sholatnya memang benar-benar sholat, bukan sholat *abal-abal :)

2. Sholat tahajud >> orang yang melakukan sholat tahajud akan memancarkan cahaya keimanan dari wajahnya, coba perhatikan orang-orang di sekitarmu yang ahli tahajud, meski mereka tidak pernah perawatan ke salon, kok perawatan ke salon, pake bedak sendiri saja jarang, namun mereka akan tetap kelihatan bercahaya. Cahaya itulah yang menimbulkan wajah jadi terlihat berseri-seri. Cahaya itu akan membuat orang lain merasa nyaman dan senang memandang wajahnya, subhanallah. Dalam ilmu kesehatan pun ini sangat baik, tahajud dilakukan sepertiga malam terakhir, dan udara serta air pada pagi-pagi itu sangat baik untuk regenerasi kulit. Sel-sel kulit mati akan hilang bersama aliran air yang mengaliri bagian tubuh untuk berwudhu. Tuh kan, Allah itu menganjurkan sesuatu ke umatNya tidak salah dan tidak lain pasti ada hikmah/pelajaran yang bisa diambil :)

3. Menjaga Wudhu >> menjaga wudhu, wudhu adalah salah satu syarat sah sholat namun alangkah baiknya jika wudhu itu tidak hanya saat akan sholat saja. Bahkan salah satu jalan pembuka pipa rezeki itu adalah menjaga wudhu. Menjaga wudhu artinya menjaga dari hal-hal yang menyebabkan batalnya wudhu. Mohon maaf, apakah itu artinya tidak boleh buang angin? BUKAN. Boleh-boleh saja, malahan kalau tidak dikeluarkan bisa timbul penyakit, tapi setelah kita tau kita sudah batal maka disegerakan untuk mengambil wudhu kembali. Seseorang yang menjaga wudhu maka wajah dan seluruh tubuh yang terkena air wudhu akan bersinar, wallahua’lam sinar itu keluar dari mana [hehe], tapi seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa menurut kesehatan, ketika kita menyiramkan air di bagian tubuh kita maka sel-sel mati yang ada di bagian tubuh tersebut akan hilang bersama air yang mengalir.

4. Membuka wajah dan telapak tangan, “menutup yang lainnya” >> Islam sungguh Indah dengan segala aturan-aturannya. Seorang wanita memiliki tingkat keamanan yang sangat tinggi mulai dari keamanan menjaga hati sampai keamanan menjaga jasmani. Rambut, kenapa Islam mewajibkan seorang wanita menutup rambutnya? Ini merupakan perintah yang saklak dan tidak bisa diganggu gugat, namun kita bisa melihat dari sisi kesehatan rambut. Coba bayangkan rambut yang diurai dan dikibaskan kemana-mana, lalu ada hewan angkasa yang terbang dan mengeluarkan (maaf) kotoran di atas rambut kita, gimana rasanya? Nah, kalau berkerudung yang kena kotoran burung tadi adalah kerudung kita, rambut aman. Lagi jika kita berjalan di jalanan berdebu, kalau rambut dibebaskan berkeliaran kemana-mana maka bisa jadi debu-debu membuat rambut bercabang dan rusak. Kalau pakai kerudung, aman kan? Lalu alasan apa lagi yang membuatmu tidak menutup mahkota wanita itu ;) 

Oke, kita cukupkan dulu pembahasan tips mengenai Menjaga Kecantikan Muslimah .. inshaAllah akan berlanjut di sesii “Muslimah Cerdas Menjaga Islam dan Kecantikan part II"
Semoga bermanfaat, Berbagi = Mengingatkan Diri Sendiri ^^

by : Annisa El-Fath "Nice Muslimah"


Untukmu yang Terjaga

Sabtu, 29 September 2012 0 komentar

Tiba2 aku pun ingin bercerita tentang sebuah “Keluarga Ideal” ...

Ada sebuah puisi untuk seseorang di luar sana yang insyaAllah akan Allah gerakkan hatinya untuk memilihku *Someday.

Bersama ku rengkuh dinginnya pagi ini,
Bersama pula kuhadirkan keimanan di dalam hati untuk menyampaikan rasa syukur kepada Ilahi
Mata yang masih bisa terbuka,
Mulut yang masih bisa membaca surat cintaNya,
Tangan yang masih bisa diayunkan untuk membuka lembaran cinta,
Telinga yang masih bisa mendengar lantunan ayat-ayat cintaNya,
Sungguh semuanya adalah bukti kasihNya kepada kita.

Di dalam sepi dan rindunya hati kepada sosok yang dirahasiakan,
Allah sungguh indah mendesain kehidupan,
Tak seorang pun yang tau siapa pemuda itu, pun aku.
Seorang pemuda dengan imannya datang menghampiri,
Menyatakan niat baik untuk mengikatkan untaian tali yang suci, suatu saat nanti ...

Pemuda, jika kau mengharapkan wanita yang mulia,
Maka jagalah dirimu untuknya,
Jangan kau tebarkan perhatian kepada seluruh kaum sepertiku,
Kaum yang lemah hatinya, pun kaum yang paling renta..

Aku sebagai seorang wanita,
Tak akan rela jika melihat calon pemimpinku menebarkan perhatian dan kasih sayangnya kepada setiap insan wanita..
Sebagaimana aku menjaga, aku pun ingin peroleh insan yang terjaga pula..

Hari itu,
Dimana aku akan mengenakan gaun berwarna putih,
Aku ingin saat itu pula hatiku masih terjaga dengan bersih..
Menyambut kedatanganmu dengan senyuman indah,, dan istana hati yang megah ..

Pemuda, bekali dirimu dengan ilmu,
Ilmu kemana kau akan membawaku bersamamu,
Bersama menapaki jalanan cintaNya..

Kuingin bersamamu membuka madrasah ilmu,
Madrasah ilmu untuk generasi pejuang masa depan,
Seorang anak laki-laki yang memiliki keteguhan hati,
Dan seorang anak perempuan yang memiliki wajah dan hati yang rupawan..

Kan kita bangun istana di dunia dengan cahaya rindu kepadaNya,
Kan kita amankan rumah di surga dengan rantai wahyuNya,
Bersama kita jauhi neraka,
Dan kita berjalan menapaki surga bersama dengan anak-anak tercinta..

Aamiin yaa Robbal’alamiin ...

By : Annisa El Fath ‘Nice Muslimah’

Mencairkan Amal 1

Sabtu, 15 September 2012 0 komentar


Percayakah kalian semua bahwa amal itu bisa dicairkan? Tidak hanya es batu atau hati loh yang 
bisa mencair, amal juga bisa mencair. Suerrr....

Allah dalam surat Al-Zalzalah ayat 7 sudah menyebutkan bahwa kebaikan hamba-Nya meski sekecil dzarrah pun akan dibalas oleh-Nya, dan taukah kalian dzarrah itu sekecil apa? Atom yang dibilang orang adalah sesuatu yang sangat kecil, maka dzarrah lebih kecil daripada atom. Itulah janji-Nya. Hanya saja Ia menyembunyikan kapan waktunya, bisa Ia balas semasa kita masih di dunia, ataupun ketika nanti kita sudah di akhirat. Tiada perlindungan yang Maha Luas selain perlindungan-Nya. Dan amal kita itulah yang akan menolong kita.


Ada sebuah kisah yaitu dari salah satu sahabat penulis, sebut saja namanya Rizal dan Nisa (*bukan nama sebenarnya*). Semasa masih single alias bujangan alias belum menikah, mereka adalah orang yang sangat baik, selalu ikhlas dengan apa yang mereka kerjakan. Rizal seorang guru ngaji di sebuah komplek, dia mengajari ngaji seorang anak dengan tanpa pamrih dan imbalan, dia melakukannya dengan sukarela dan yakin bahwa apa yang telah dia lakukan akan dibayar sama Allah, dan BAYARAN Allah itu jauh lebih besar daripada bayaran yang bisa diberikan oleh manusia.

Nisa, adalah seorang akhwat luar biasa lincah dengan selalu mengukir senyum indah di wajahnya. Tak pernah sedikit pun aku lihat raut wajahnya merah padam atau sendu. Dia seorang pebisnis, akhwat tangguh yang bisa membiayai sekolahnya dari hasil bisnisnya sendiri. Dia rela telat masuk kuliah selama 2 tahun demi menabung untuk biaya sekolahnya. Orangtuanya yang selalu mensupportnya, doa-doanya yang selalu meyakinkan hatinya, tiada hal lain lagi yang ia butuhkan saat itu.

Sampai tiba saatnya, Nisa sudah merasa dewasa, ia sudah memiliki penghasilan sendiri, ia sudah bisa mengelola-mengatur emosi, ia yang sudah bisa berfikir tenang dan dewasa, pun Rizal yang sudah memiliki mental dewasa, sudah memiliki penghasilan meski tak seberapa. Mereka dipertemukan oleh MR ‘Murabbi’ masing-masing di suatu tempat dengan tujuan pertemuan yang jelas, yaitu men”taaruf”kan keduanya.

Setelah berbincang-bincang sekian lama, akhirnya muncullah sebuah keputusan bahwa “jawaban” atas “taaruf”an itu akan disampaikan 3minggu setelahnya (bukan waktu yang sebenarnya).

3 minggu berlalu, muncullah sebuah jawaban pada keduanya bahwa mereka siap untuk mempertemukan kedua pihak keluarga dan melakukan khitbah atasnya. Pertemuan dua keluarga telah dilakukan, tanggal pernikahan telah ditentukan, dan kini saatnya keduanya terus tawakkal dan ikhtiar untuk persiapan pernikahan mereka.

Di dalam perjalanan menuju pelaminan itu, banyak sekali halang rintang yang mereka hadapi, mulai dari pertentangan kedua pihak orangtua yang berfikiran bahwa usia mereka masih sangat muda untuk menikah, lalu biaya menikah dan lain sebagainya.

Dan tepat pada saat muncul berbagai macam ujian itulah mereka memohon pada Allah untuk menunaikan janji-janji-Nya yaitu “mencairkan amal”, mereka memohon kepada Allah untuk dimudahkan segala urusannya dari yang terkecil hingga yang paling besar.

Lalu apakah yang terjadi? Saat Rizal mengajar ngaji di tempat ia mengajar itu, ia ditanya oleh orang tua sang anak yang dia ajarin mengaji, “Saya dengar Kamu mau menikah ya?” --- “Iya Bu”, jawab Rizal. “Bagaimana sekarang persiapannya?” --- “Masih mencari tempat rias pengantin yang murah Bu”... Lalu tanpa diduga ibu itu pun berkata, “Kebetulan saya punya salon yang bisa merias pengantin, izinkan saya untuk membantumu, anggap saja ini bayaran untuk jasamu mengajar anak saya”.. deggg,, rasanya seperti disambar geledek.. “Maha Besar Allah”.

Lalu sang akhwat tidak sengaja bertemu dengan salah satu orang penting di partai politik yang ada di Jawa Barat, “Neng, katanya mau menikah ya?” --- “Muhun Pak” (‘muhun’ artinya ‘Iya’ dalam bahasa Sunda alus) --- “Ini Bapak ada tiket menginap di Hotel Tiara (bukan nama yang sebenarnya), gunakan untuk bulan madu kalian” --- “Wahh, subhanallah.. terima kasih Pak”.. Luar Biasa bukan...


Intinya adalah, Janganlah segera menjudge Allah dengan berbagai prasangka buruk kita. Mungkin Allah tidak mengabulkan doa kita pada saat ini karena memang saat ini kita belum membutuhkan cairan amal itu, siapa tau suatu saat ketika perjuangan hidup kita berada di ujung tanduk, maka Allah segera mencairkannya untuk menyelamatkan kita.

Contoh di atas adalah contoh kisah yang dialami sahabat penulis, itu adalah kisah yang sebenarnya dengan sedikit modifikasi namun tidak mengurangi esensi.


Pesan moralnya, lakukan perbuatan baik sekecil apa yang bisa kamu lakukan, siapa tau perbuatan baik yang kecil itu dinilai besar di mata Allah sehingga itu yang akan menyelamatkanmu dari siksa api neraka, Sungguh Allah Maha Mengetahui dan kita tidak tau.

By : Nice Muslimah

Pemuda Setengah Baya

Kamis, 13 September 2012 0 komentar



Mata memandang sejauh kurang lebih 6meter ke depan dari singingan jendela kantor guru SMKN 1 Bandung yang berbalut kaca. Seseorang setengah baya mengenakan kaos warna biru dan celana dinas warna kuning memegang sebuah gunting besar pemotong rumput. Dengan 2 tangan ia angkat gunting itu dan perlahan ia gunakan untuk memotong ranting-ranting tumbuhan yang menjulang menembus permukaan daun tumbuhan itu.
Dengan gunting ia rapihkan dedaunan dan bunga tumbuhan itu, sehingga daun-daun yang menutupi tumbuhan itu bagaikan sebuah kubah masjid, melengkung begitu indahnya.
Dia kusebut setengah baya karena terlihat dari otot-otot mukanya telah menunjukkan usia yang lebih dari setengah abad. Dan kusebut ia adalah seorang 'Pemuda' karena meski otot tangannya sudah menampak di permukaan kulit tapi kekuatannya bak besi yang berbalut kulit. Gajinya ga besar, bajunya ga bagus & lusuh namun masih terlihat rapih, tapi jasanya tak semua orang bisa melakukannya.
Ia rapihkan tumbuhan bunga itu meski tak serapi sandangnya. Ia keluarkan kekuatan besarnya meski tak sebesar gajinya. Tapi apa yang ia hasilkan? Sebuah tumbuhan yang terletak di taman depan kantor guru SMKN 1 Bandung, daunnya seperti kubah, menelungkup. Warnanya hijau dan sesekali nyembul beberapa kelopak keindahan bunga berwarna merah. Tumbuhan ini menambah keindahan panorama di halaman SMKN 1 Bandung.
Dialah yang paling berjasa :
si Tukang Kebun

by : Nice Muslimah

 

Pertemuanku bersama 2 Mutiara Kecil

Minggu, 08 Januari 2012 2 komentar


Rabu itu,, sepulang dari coaching dengan 2 saudariku yang lain. . pulang diliputi kegalauan, kegalauan yang akan membawaku kepada langkah-langkah nyata, aamiin.. kini aku pulang dari jalan Tubagus sendirian tanpa ditemani seorang sahabat cantik. Yang biasanya aku selalu tertidur di pojok angkot, kali ini mata terus terbelalak sampai aku turun di depan gang Panorama Setiabudhi. Pikiran melayang memikirkan ini dan itu, berkelana kesana dan kemari, berlari-lari menerawang ujung dunia, hhm..mungkin aku memang harus mencari seorang + alias “perantara”.. Hhsssttt... cerita di lain waktu aja,, hhe.
Setelah kaki ku langkahkan keluar angkot, kaki pun ikut galau mau ke Gerlong (cari buat makan malam) atau langsung melangkah ke kosan, dengan keadaan yang ga normal (kataku) kaki ini cuman bolak balik ngehadap ke jalan-berbalik-ke jalan-berbalik lagi,, bingung... trus aku liat 2 mutiara kecil di sebelahku,

“sedang bawa apa de?” tanyaku setengah sadar kala itu.

“botol teh” ucap mulut yang suci itu.

“kaya gitu dijual per kilogramnya berapaeun (masuk deh basa sundanya, hhe)?”

“seribu teh” ucap mutiara kecil yang sedang mau nyebrang itu.

“Hah, serius...? cuman seribu?” ucapku dengan mata terbelalak dan mengembalikan nyawaku yang entah sudah menerawang kemana.. “Ikut teteh yuuu... teteh di kosan ada banyak botol”.. ucapku dengan semangat.

Mengangguk...

Lalu berjalanlah aku ditemani 2 mutiara kecil itu menelusuri jalanan Panorama menuju kosanku,

“Masih sekolah de?” tanyaku sambil merangkul bahu salah satu mutiara kecil itu, sedang mutiara kecil yang satunya berjalan di belakang kami.

“masih teh..”

“kelas berapa?”

“kelas 4 SD”

“Oiya, kalian saudara?”

“iya, dia adik saya” ucap mutiara kecil itu sambil menunjuk ke arah belakang.

“Eh, nama kalian siapa?” tanyaku sambil merangkul mutiara kecil yang dibelakang.

“nama saya Anjas, dan adik saya namanya Rizki kelas 2 SD teh..”

“Oooo....” – “Kalian kurulilingan (baca : kelilingan ‘basa sunda’) nyari botol kaya gini sampai jam berapa?”

“sampai jam 1 teh, kadang sampai jam 2 juga”
 bukan gambar sebenarnya

Deggg.... hatiku pun langsung merunduk malu... jam segitu, aku sedang asik di kamar, sedang tidur di atas kasur yang empuk, di bawah selimut yang tebal, dihiasi oleh kegelapan lampu kamar yang selalu aku matikan dan ditemani oleh mimpi-mimpi indah.. Malu sangat ya Allah,, anak-anak kecil yang tak berdosa, yang belum tau beban hidup, di saat mereka harus istirahat mempersiapkan fisik dan kondisi untuk sekolah di keesokan harinya, mereka harus menyelusuri jalanan, eh salah...menyelusuri tong sampah satu ke tong sampah lainnya untuk mengumpulkan gelas minuman, botol, dan plastik-plastik bekas untuk diberikan ke ayah mereka yang selanjutnya untuk dijual dimana satu kilogram dari plastik-plastik itu dihargai 1000, bayangkan..!!! plastik itu beratnya berapa? Satu kilogram itu sebanyak apa? Dan harus mencari kemana mereka? Selama apa mereka harus menyelusuri jalanan? Pantas saja kalau mereka bilang, pulang ke rumah biasanya jam 1 kadang jam 2 dini hari. Ya Allah, hatiku pun tertegun dan mataku menahan air mata melihat perjuangan mutiara-mutiara kecil ini.

Sesampai di kosanku, aku yang seorang kolektor botol (sebut saja begitu, karena sebelum aku beli galon aku beli minuman mineral botol yang 1500 liter dan botolnya selalu aku kumpulkan), aku memiliki 2 kresek gedhe dan isinya botol semua. Lalu aku bawa botol-botol itu keluar dan aku serahkan kepada mereka yang menungguku di teras kosan. Lalu sebagai gantinya, aku minta mereka menemaniku untuk beberapa menit, jam malah.. 2 jam kalo ga salah. Mereka pun menurut begitu saja (aneh ya, ko mereka ga takut aku bohongi, misalkan ketika mereka menunggu di depan kosan, dan aku ga keluar lagi, hehehe  subhanallah yaa, pastinya Allah yang menggerakkan hati mereka untuk mempercayai orang yang baru mereka kenal).

Lalu aku pun meminta mereka menunggu ku di teras depan kosan, dan aku pun pergi meninggalkan mereka untuk pesan nasi goreng (maklum uda laper banget sejak pulang dari coaching, hehe). Ketika aku kembali, mereka masih duduk manis menungguku. Lalu aku ajak mereka ngobrol, mulai dari keluarga mereka, ibu mereka, adik, ayah dan pekerjaan orang tua mereka. Aku menanyai mereka tentang Allah, awalnya mereka menggeleng tidak tau siapa itu Allah, dan aku perlahan memberikan gambaran kepada mereka tentang Allah.
Aku sedikit menjelaskan sih, aku hanya melempar pertanyaan yang akhirnya mereka menjawab sendiri atas pertanyaan yang mereka ajukan.

“Adik-adik tau ga? Yang menciptakan kita itu siapa?”

Mereka menjawab “Allah..”

“Kalau Kucing?” – “Allah” – “Pohon?” – “Allah” – “Kalo rumah?” – “Bapak....” hehehehe.... pertanyaan pertama aku tutup dengan tertawa, (Ooops, mereka tidak ikut tertawa karena jawaban “bapak” menurut mereka adalah jawaban yang benar, tapi aku ngakak geli.. iya jawaban mereka memang benar, hanya saja ekspresi polos mereka masih membuatku tersenyum sendiri ketika mengingatnya, hihihiiiii)

Lalu aku mulai menanyai mereka tentang Sholat,

“Hayooo,, kalian suka sholat ga?” tanyaku dengan melempar senyum ke mereka. Saat mendengar pertanyaanku, sang kakak (Anjas) hanya bisa diam saja, sedangkan adiknya (Rizki) dengan polos menjawab “Tidak...”, lalu aku pun tersenyum kepada mereka.

“Bisa sholat tidak?”, dan mereka menjawabku dengan gelengan kepala.

“Papa ga pernah sholat teh” ucap Anjas padaku.

Sambil tak mengurangi senyum, aku pun memutar balik otak mencari jawaban yang pas. Lalu aku mencari metafora (perbandingan yang logis) supaya mereka menangkap apa yang aku maksudkan.

“Hhm... kan tadi yang menciptakan kita Allah ya... hewan, tumbuhan dan semuanya... coba Anjas dan Rizki menarik nafas dan menghembuskannya”, mereka pun mengikuti ucapanku sambil menarik dan menghembuskan nafas. “Nafas itu siapa yang ngasih?” tanyaku...

“Allah” jawab mereka. “Trus coba kalian tepuk tangan”, dan mereka pun bertepuk tangan. “Kalian bisa bergerak itu siapa yang ngasih?” – “Allah”, jawab mereka – “Nah, Allah itu baik banget kan?” hehehe... dan mereka pun mengangguk. “Mau ga kalian melakukan yang Allah suka?” tanyaku pada mereka, dan untuk kesekian kalinya mereka mengangguk.

“Allah itu suka orang yang sholat lho, mau ga teteh ajarin sholat?” dan dengan wajah antusias mereka mengangguk dan berucap “Mau teh..”...

Terus aku melihat sandal mereka yang warnanya sudah melebur dengan warna tanah liat, aku pun langsung bertanya kepada mereka, “Hayooo.. kalian sehari mandi berapa kali? Allah suka orang yang mandi dan bersih lho..” dan mereka pun saling menatap. “3 kali teh” ucap si kecil Rizki, “Wah beneran?” hehe, setengah ga percaya, orang aku aja mandi sehari 2 kali, kadang malah cuman 1 kali, kwkwkk... *kebongkar deh, heu.

Lalu aku tanya ke mereka “Hayo, sandalnya ga pernah dicuci ya?” hehehe... ucapku sambil sedikit meledek dan becanda.. “Hehehe, iya teh” ucap Anjas, “Yang aku dicuci ko” ucap si kecil Rizki...

Dan aku pun teringat nasi goreng yang aku pesan, lalu aku pun mendatangi si bapak Nasi Goreng “ko lama” pikirku.. trus si bapak pun membantuku membawa 2 piring dan aku membawa 1 piring.

“Nih, adik-adik... dimakan ya” ucapku sambil melahap nasi goreng yang sudah di hadapanku. Senang rasanya malam itu, sejenak aku lupakan gemuruh hatiku dan aku nikmati saat-saat bersama 2 mutiara kecil itu. Kami makan bersama di teras depan kosan.

Trus tiba-tiba si kecil Rizki bilang “Teh, nyeri untu” (baca : sakit gigi ‘baca sunda’).... “Waduhh....” aku langsung kelabakan bingung mau ngapain, soalnya dulu pernah ngerasain sakit gigi dan ga mau lagi lagi.. hhehe. “Tunggu di sini ya, teteh ambilkan air minum”, dan aku pun langsung lari ke kamar untuk ngambilik mereka minum. Dan ketika aku memberikan satu gelas air mineral ke Rizki aku bilang, “Rizki, air gelas ini tadi uda didoain sama teteh, kata teteh gini ‘ya Allah, semoga air ini menjadi obat untuk Rizki, beri kesembuhan pada gigi Rizki ya Allah’” ucapku, hehe.. berbohong sih... tapi gapapa kan, kali aja dia percaya dan meyakini dan akhirnya sembuh beneran, heu... da mereka anak-anak baik ini, pasti disayang juga donk sama Allah, 

“Udah sembuh ki?” tanyaku – “belum teh” jawabnya – Waduh, gmana ini ya, hehe.. ga manjur...

“Teh, udah.. wareg” (baca : kenyang ‘basa sunda’), “Ooh, yasudah ga dihabiskan gapapa”.. ucapku ragu, waduh mubadzir donk.. tapi kalo dihabiskan bisi aku malah nyakitin mereka dengan sakit giginya, hhm....

“Hayoooo, kalian ga pernah sikat gigi ya?” tanyaku sambil senyum – “Engga teh” jawab Rizki dan Anjas.  “Oke, sebentar yaa...” aku pu meninggalkan mereka ke kamar lagi, berharap ada yang bisa aku berikan pada mereka, dan untungnya ada 1 pasta gigi dari madu yang pernah dibawain sama bunda tersayang, trus sikatnya? Hhm..beli deh. Nah, pas aku liat uang di dompet aku, kebetulan banget tinggal 24ooo dan itu cukup untuk membayar nasi goreng, hahahahaa... galau deh, mana anak-anak kosan pada ga ada (tadinya niatnya mau minjem uang mereka dulu, hho), trus aku ke bawah aja.. “De, tadinya teteh mau ngasih sikat dan pasta gigi, tapi adanya pasta gigi doank, kalo kalian nanti di rumah beli sikat gigi gimana? Tanyaku – “Ga punya uang teh” – “Waduh, galau juga”.. lalu untuk terus menyambung silaturahim, aku bilang ke mereka “yasudah, semoga nanti kita ketemu lagi ya, toh teteh udah tau alamat rumah kalian, nanti kalau teteh ada kesempatan atau kita ketemu lagi, teteh beliin sikat dan pasta gigi, Allah suka orang yang sikat gigi lho” ucapku, dan mereka tersenyum dan bilang “iya”.

 Lalu mereka pun beranjak pergi sambil aku mengembalikan piring nasi goreng, “Udah ya, salam ke keluarga kalian” ucapku. Si Anjas uda berlalu, dan si kecil Rizki mendekat padaku dan bilang “Salim teh..”. Wowww... deggggg... aku pun langsung mengerutkan kening dan menarik ujung bibirku, pengen nangis tapi malu, heu... dan karena kedua tanganku membawa 3 piring, akhirnya aku hanya memberikan satu jari kelingkingku untuk dia cium. Ya Allah, maafkan aku. Sungguh aku ingin tangan ini banyak dicium oleh anak-anak seperti mereka, sebuah ketenangan tersendiri yang aku rasakan ketika aku bisa bersentuhan tangan dengan mutiara-mutiara seperti mereka. Dan kulihat mereka berlalu.

Pelajaran apa yang bisa aku ambil??? Banyakkkk....

Sebuah rasa syukur tersendiri bagiku, aku yang sering sms mama supaya cepat dikirim bla bla bla, kalau engga kadang ngambek. Cemen banget sih aku ini. Coba lihat 2 mutiara yang barusan berlempar cerita denganku, mereka rela disuruh orang tua mereka untuk mencari botol, dan kembali ke rumah sekitar jam 1 atau 2 dini hari, mereka tiada keluh kesah sedikitpun.

Oiya, karena aku Muslimah Pemimpi, aku pun menanyai mimpi mereka. Luar Biasa, si Anjas pengen jadi Masinis kereta api dan adiknya Rizki pengen jadi pilot. Dan di akhir pertemuan bersama mereka, aku pun mengucapkan “Anjas, suatu saat teteh pengen lihat dan kenal seorang masinis hebat bernama Anjas. Dan Rizki, suatu saat ketika teteh punya pesawat atau helikopter, teteh pengen Rizki yang jadi pilotnya”, dan senyuman serta tatapan penuh semangat dan harapan mereka lemparkan ke hatiku, dan hatiku pun penuh dengan gemuruh harapan suatu saat mereka bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Hikmah kedua, aku jadi berfikir bahwa mimpi besarku adalah Berbisnis.. Why? You know Why??

Pertama,
karena aku ingin melihat anak-anakku kelak segala kebutuhannya terpenuhi olehku dan suamiku, tanpa mereka harus membuka tangannya untuk menengadah, dan aku ingin mengajari mereka berbisnis sejak kecil, aku libatkan mereka di setiap aku berbisnis sehingga mereka tau sberapa menantangnya mencari penghasilan itu. Nah lhoe, jadi maunya gimana? Hehe. Mau anaknya kerja atau engga, tentunya kerja ga kudu dengan melukai tangan mulus mereka donk, iya kan? Hhm.. sudah aku siapkan maping untuk pendidikan anakku nanti, santaiii... hhehehe.

Trus kedua,
supaya aku bisa membuka lapangan pekerjaan untuk mereka yang memang tidak memiliki pekerjaan. Dan akan aku utamakan untuk orang-orang yang memang membutuhkan dan tidak ada yang bisa dilakukan selain di tempat kerjaku. Lalu bagaimana kalau mereka melakukan kesalahan dalam melakukan pekerjaannya? Tenang, sebelum mereka diterjunkan di Rumah Makan (Ooops, keceplosan, hehe)  mereka harus ditraining dulu.

Banyakkk banget yang ingin aku lakukan Suatu Saat Nanti.. dan akan aku cicil langkah kecil sejak sekarang. ;)
Salam ~Nice Muslimah

 
Muslimah Negarawan © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum